TangerangNews.com

Program Badak Hitam Antarkan PLN Banten Raih Penghargaan ESG Tingkat Asia Tenggara

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:16 | Dibaca : 26


Tampak trofi penghargaan Silver Winner yang diterima PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten dalam kategori Innovative Partnership pada ajang Asia ESG Positive Impact Awards 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten meraih penghargaan Silver kategori Innovative Partnership dalam ajang Asia ESG Positive Impact Awards (Asia ESG PIA) 2026 di Kuala Lumpur Golf and Country Club Convention Centre, Malaysia, Rabu, 4 November 2026.

Penghargaan tingkat Asia Tenggara tersebut diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badak Hitam Low Carbon Smart Farming. 

Program ini mengubah lahan tidur menjadi ekosistem pangan berkelanjutan dengan mengintegrasikan pemanfaatan listrik, pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan limbah.

Asia ESG PIA merupakan ajang penghargaan regional yang diselenggarakan Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC). 

Kompetisi tahun ketiga ini diikuti perusahaan yang sebelumnya meraih penghargaan Gold dalam ajang nasional di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Pada penyelenggaraan 2026, sebanyak 52 peraih Gold dari tiga negara bersaing di tingkat regional. Dari kompetisi tersebut, 40 perusahaan memperoleh total 52 penghargaan dalam 12 kategori.

Program Badak Hitam berhasil melaju ke tingkat Asia Tenggara setelah meraih penghargaan Lestari Awards 2026 kategori Innovative Partnership pada Juli lalu. 

Penilaian dilakukan oleh 12 juri eksternal dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, organisasi non-pemerintah, dan profesional bidang keberlanjutan.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menyebut dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menjadi persoalan lintas negara. 

Karena itu, perlindungan sumber daya alam membutuhkan tanggung jawab bersama di kawasan.

"Asia ESG Positive Impact Awards merupakan bukti nyata kekuatan sinergi dan kerja sama kawasan," ujar Arthur dalam sambutannya.

Ketua Umum Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) sekaligus Juri Asia ESG PIA 2026 Satrio Prakoso menilai, program Badak Hitam memiliki keunggulan karena menghubungkan kompetensi inti perusahaan dengan kebutuhan masyarakat serta didukung pengukuran dampak yang jelas.

“Badak Hitam menunjukkan hal itu. Listrik sebagai bisnis inti PLN dimanfaatkan untuk menghidupkan lahan tidur, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menekan emisi. Model kemitraan seperti ini layak menjadi rujukan bagi perusahaan lain di Indonesia,” ungkap Satrio.

General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy mengatakan, keberhasilan program tersebut bersaing dengan para pemenang nasional dari tiga negara tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor sejak awal pelaksanaannya.

"PLN menghadirkan listrik sebagai penggerak, sementara para mitra menghidupkan lahan dan mengelola usahanya secara mandiri. Penghargaan ini milik semua pihak yang terlibat, sekaligus menjadi pemacu bagi kami untuk terus mengembangkan program agar dapat direplikasi di wilayah lain," ungkap Tonny.

Dalam enam bulan pertama pelaksanaan, Badak Hitam telah mengelola 42 ekor ternak produktif, membudidayakan 5.000 bibit ikan nila dan patin, serta menghasilkan sekitar 75 ton kompos organik setiap dua bulan melalui pengelolaan limbah terpadu.

Program tersebut juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Para santri yang sebelumnya mengikuti pelatihan kini berkembang menjadi tenaga kerja tetap bergaji. 

Selain itu, terdapat pekerja harian dan kelompok karya bakti yang mulai berkembang menjadi agripreneur mandiri.

Melalui program ini, PLN UID Banten berupaya mengembangkan pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan. 

Program Badak Hitam turut dikaitkan dengan komitmen PLN mendukung target Net Zero Emissions 2060, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta agenda pemerintah di bidang ketahanan pangan dan transisi energi.