TangerangNews.com

Narkoba Rp 1,1 T Dimusnahkan di Bandara

| Kamis, 5 Juli 2012 | 12:32 | Dibaca : 687


Barang bukti narkotika. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Polda Metro Jaya bersana Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika senilai Rp 1,1 triliun di tempat pemusnahan narkotika Bandara Soekarno Hatta, Kamis (5/7). Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari pengungkapan kasus selama bulan Mei-Juni 2012.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dalam alat insinerator bersuhu tinggi, dengan disaksikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung Suharsono Radjab dan Kepala BNN Komjen Pol Gories Mere.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung Suharsono Radjab mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan diantaranya Sabu 362,45 kg, Ekstasi 1.052.000 butir, Ganja 118,27 kg, Heroin 194,05 gram, Kokain 1203 gram dan Happy Five 26.930 butir. Dengan nilai estimasi seluruh barang bukti sebesar Rp 1,1 triliun.

"Narkotika jenis sabu, ekstasi dan heroin berasal dri sindikat Internasional Meksiko, Iran, Belanda, China, Thailand, Miyanmar, Malaysia, dan Indonesia. Adapun barang bukti daun ganja kering sitaan dari sindikat nasional lintas Aceh, Medan dan Jakarta," katanya.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan amanat UU 35/2005 tentang narkotika. Tujuannya, guna menunjukkan kepada masyarakat tentang pelaksanaan tugas Polri yang transparan dan akuntabel dalam penanganan barang bukti narkotika, sehingga masyarakat mengetahui bahwa barang bukti narkoba yang disita benar-dimusnahkan dimusnahkan.

"Sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada Polri bahwa tidak ada penyipangan terhadap barang bukti yangg disita, serta menghindari terjadinya penyelewengan barang bukti," ungkap Kapolda.

Kepala BNN Komjen Pol Gories Mere mengungkapkan, dalam upaya pemberantasan narkotika membutuhkan perhatian serius tak hanya pihak kepolisian, tapi juga masyarakat. Salah satu kendala yang dihadapi adalah sindikat besar yang mempunyai kekuatan politis dan ekonomi.

"Jadi butuh perhatian serius yang stimulan dari masyarakat untuk melawan narkoba ini dengan memutus jaringan sindikat hingga ke tingkat bawah. Ini demi kelangsungan bangsa kita," katanya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengatakan, kendala lain yang dihadapi dalam pemberantasan narkotika adalah upaya berbagai instansi terkait yang belum teroganisir dengan baik. Selain itu, juga belum mempunyai konsep yang jelas dan koomitmen moral yg tinggi.

"Banyak pihak yang belum mempunyai komitmen moral yang tinggi, sehingga banyak oknum-oknum di suatu instansi yang bermain dalam peredaran narkoba di Indonesia. Dikhawatirkan semakin banyaknya oknum di institusi nantinya akan jadi sindikat. Jika oknum itu sudah memegang jabatan strategis, tinggal tunggu Indonesia jadi seperti Columbia atau Meksiko yang peredaran narkotikanya sangat tinggi," tegasnya.(RAZ)
 
 
Jumlah Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari :
- SABU.     : 362,45 Kg
- ECTASY.    : 1.052.000 Butir
- GANJA.     : 118,27 Kg
- HEROIN.  :  194,05 Gram
- KOKAIN.  : 1.203 Gram
- HAPPY FIVE (H.5) : 26.930 Butir