TangerangNews.com
Jumat Bersih di Tangsel, Airin Naik Kereta Ekonomi
| Jumat, 28 September 2012 | 20:00 | Dibaca : 1353
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat naik kereta api ekonomi di Sudimara-Rawa Buntu. (tangerangnews / dira)
TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan perbaikan terhadap lingkungan. Salah satunya, dengan kegiatan rutin yakni Jumat Bersih. Dalam kesempatan itu hari ini, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengunjungi Pasar Jombang dan Stasiun Sudimara, hingga akhirnya Airin naik kereta ekonomi ke Stasiun Rawa Buntu.
“Seperti saya katakan beberapa waktu laluy. Adipura bukan tujuan utama, tujuannya budaya bersih. Soal pasar tradisional sebenarnya sangat menguntungkan, kita pemerintah menyediakan tempat sampah dan fasilitas kebersihan lainnya,” ujar Airin seraya mengatakan, mudah-mudah Kabupaten Tangerang segera bisa menyerahkan pasar sehingga bisa direvitalisasi. Sebab, memang hingga saat ini pasar tradisional masih dimiliki oleh Pemkab Tangerang.
“Sedangkan sampahnya menjadi tanggung jawab Tangsel,” terangnya.
“Kita juga terus menginisiasi pedagang agar, tidak membuang sampah sembarangan, misalnya sampahnya tidak dibuang ke kolong lapak, langsung sediakan kantung plastik. Sehingga keadaan pasar tidak bertambah kotor,” katanya.
Airin berharap ada peningkatan dengan program Jumat bersih ini. “Kita berharap bagaimana swasta juga turut serta,” ujarnya. Dalam kesempatan itu juga Airin mengatakan, soal kemacetan di Kota Tangsel, pihaknya sedang mengkaji berapa jumlah angkutan umum dan kendaraan yang melintas di wilayah Tangsel.
Kemudian, setelah itu untuk mengurangi kemacetan diperlukan perluasan jalan serta terminal. “Kami sedang mencari lokasi yang tepat dengan sesuai kajian. Jangan sampai membangun terminal tetapi nanti gagal seperti Terminal Pondok Cabe, semua perlu diperhitungkan dengan kajian,” ujarnya.
Airin juga mendatangi Stasiun Sudimara, dalam kesempatan itu memeriksa kebersihan stasiun. “Moda transportasi ini menjadi andalan warga Tangsel, jangan sampai mereka beralih karena stasiunnya kotor,” terangnya.