TANGERANGNEWS.com-Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.
Sepanjang semester pertama tahun 2026, ratusan ekor hewan hidup telah melalui prosedur karantina ketat guna memastikan keamanan hayati Indonesia dari ancaman penyakit hewan berbahaya.
Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banten telah menangani pemasukan berbagai jenis hewan yang meliputi 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, 6 ekor kuda, serta 8 ekor reptil.
Kepala Balai Karantina Banten Duma Sari menegaskan bahwa setiap hewan yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta wajib melalui serangkaian tindakan karantina yang komprehensif.
Fasilitas IKH telah dioptimalkan untuk mendukung tindakan karantina yang ketat. Hewan-hewan tersebut menjalani observasi kesehatan, isolasi, hingga pengasingan.
"Kami menerapkan sistem biosekuriti berlapis, mulai dari pengendalian akses, desinfeksi, hingga pemisahan zona bersih dengan zona risiko untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang," jelasnya, Jumat 17 Juli 2026.
Selain itu, Karantina Banten juga mencatatkan angka layanan sertifikasi yang signifikan pada periode yang sama. Data kinerja semester I 2026 menunjukkan aktivitas yang padat di sektor karantina hewan, ikan, maupun tumbuhan.
Pada sektor karantina hewan, Karantina Banten telah menerbitkan total 15.387 sertifikat yang mencakup 1.875 sertifikat impor, 2.873 ekspor, 4.527 domestik masuk, dan 6.112 domestik keluar.
Sementara itu, sektor karantina ikan mencatatkan volume yang sangat impresif, khususnya pada kegiatan ekspor yang mendominasi dengan total 19.603 sertifikat.
Tak ketinggalan, sektor karantina tumbuhan menjadi penyumbang layanan tertinggi pada arus domestik keluar dengan capaian 23.725 sertifikat.
Tak hanya sertifikasi, efektivitas penindakan juga didukung kuat oleh pengujian diagnostik di Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten.
Sepanjang 2026, laboratorium tersebut telah merampungkan 15.135 pengujian diagnostik yang terdiri dari Karantina Ikan 9.324 pengujian, Karantina Tumbuhan 3.924 pengujian, Karantina Hewan 1.562 pengujian, serta Keamanan Mutu Pangan dan Pakan 325 pengujian.
"Pengujian ini menjadi krusial dalam pengambilan keputusan tindakan karantina, guna memastikan tidak ada hama atau penyakit hewan karantina (HPHK) yang masuk dan menyebar di Indonesia," jelas Duma Sari.
Capaian kinerja ini turut menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 17 Juli 2026.
Kunjungan tersebut meninjau langsung kesiapan Instalasi Karantina Hewan dan laboratorium sebagai tulang punggung pengawasan berbasis ilmiah.
Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia Shahandra Hanitiyo menegaskan transformasi pelayanan yang dilakukan saat ini bertujuan untuk menjawab tantangan global.
"Kami memastikan setiap proses karantina berjalan cepat, akurat, dan transparan untuk mendukung kelancaran perdagangan serta meningkatkan kepercayaan mitra internasional terhadap biosekuriti Indonesia," pungkasnya.