Sabtu, 8 Agustus 2026

Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang mencatatkan posisi sebagai bandara tersibuk kedua di kawasan Asia Tenggara, berdasarkan laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026.

Pemeringkatan tersebut dihitung berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal yang mencapai sekitar 3,32 juta kursi, atau mengalami peningkatan sebesar 3,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data operasional sepanjang Semester 1/2026 (Januari–Juni), bandara ini melayani total 25,9 juta penumpang dengan rincian 17,55 juta penumpang domestik dan 8,35 juta penumpang internasional, serta 177.724 pergerakan pesawat.

Saat ini, Bandara Soetta melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, yang mencakup 130 rute internasional dan 72 rute domestik. 

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi menyatakan capaian tersebut diiringi dengan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas, kualitas pelayanan, serta pengalaman perjalanan pengguna jasa. 

"Pengakuan dari OAG yang menempatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara merupakan pencapaian yang membanggakan bagi kami," katanya, Jumat 7 Agustus 2026.

 

Pembenahan Infrastruktur dan Digitalisasi Layanan

Untuk mengimbangi pertumbuhan trafik penerbangan, pengelola bandara melakukan pembenahan menyeluruh yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu Premises, People, dan Process dengan dukungan teknologi sebagai penggerak (enabler). 

Beberapa program pengembangan dan peningkatan fasilitas yang tengah berjalan meliputi revitalisasi Terminal 1A. Proyek ini sedang dikerjakan untuk meningkatkan kapasitas terminal dari sekitar 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun. 

Kemudian beautifikasi Terminal 3 dengan penataan ulang pada area check-in, pembaruan ruang tunggu (boarding lounge), penambahan tata letak tempat duduk (seating arrangement) di sekitar gerbang keberangkatan, serta penyempurnaan fasilitas umum. 

"Juga implementasi teknologi layanan melalui penerapan sistem penunjang mandiri seperti self bag drop, pelacakan bagasi (bag tracking), layanan keberangkatan berbasis biometrik, hingga pemanfaatan digital wayfinding yang terintegrasi dengan aplikasi seluler," terang Heru Karyadi.

Selain penguatan infrastruktur fisik dan digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia terus dilakukan melalui program CX Academy oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), guna memastikan standar pelayanan mengacu pada rekomendasi internasional seperti Skytrax. 

Tags