Selasa, 22 September 2026

WN China Kendalikan Peredaran Vape Etomidate yang Dijual ke Jule, Untung Rp700 Ribu Per Cartridge

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu.(TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan peredaran rokok elektronik (vape) berisi zat berbahaya etomidate.

Sindikat internasional yang dikendalikan oleh seorang warga negara (WN) China berinisial XC ini terbukti memasarkan produknya hingga ke kalangan publik figur, termasuk selebgram Julia Prastini alias Jule yang ditangkap pada Sabtu 19 September 2026 kemarin.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan empat orang dan menyita total 99 cartridge vape bernarkotika.

Tiga orang resmi ditetapkan sebagai tersangka yakni XC, serta dua wanita WNI berinisial RR dan RN. Sementara itu, selebgram Jule ditetapkan sebagai pengguna dan menjalani program rehabilitasi.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu menjelaskan bahwa pengungkapan kasus berawal dari hasil pembuntutan tim penyidik tehadap tersangka RR dan RN, pada Senin 14 September 2026.

"Awalnya kami menangkap dua orang wanita, RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat dan menyita 27 cartridge vape mengandung etomidate," ujarnya, dikutip Senin 21 September 2026.

Dari pemeriksaan keduanya, petugas menemukan bukti transaksi serta pengiriman barang kepada selebgram Jule.

Polisi bergerak cepat mengamankan Jule di apartemennya kawasan Jakarta Selatan. Hasil tes urine mengonfirmasi Jule positif menggunakan zat etomidate.

Pengembangan tak berhenti di situ. Petugas terus mengejar rantai pasokan hingga berhasil mencokok aktor utama di balik sindikat ini, yakni XC, seorang pria berkewarganegaraan China. Dari tangan XC, polisi menyita 71 cartridge vape serupa.

"Sehingga kasus ini tuntas dari bandar sampai pemakai. Total ada empat orang yang kita amankan, di mana tiga orang di antaranya kita tetapkan sebagai tersangka," tegas Michael.

Berdasarkan hasil penyidikan, sindikat yang didalangi WN China tersebut diketahui telah beroperasi sejak Juli 2026.

Modus operandi yang digunakan adalah pemasaran secara tertutup melalui jaringan pertemanan terbatas (mouth to mouth) dengan meraup keuntungan besar.

"Pemasaran dilakukan secara tertutup melalui jaringan pertemanan dengan keuntungan mencapai sekitar Rp700.000 per cartridge," pungkasnya.

Tags