Jumat, 2 Januari 2026

Ratusan UMKM Binaan PLN UID Banten Naik Kelas Sepanjang 2025

Pelaku UMKM binaan PLN UID Banten melayani pembeli dalam kegiatan bazar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membuka akses pasar dan mendekatkan produk UMKM kepada konsumen secara langsung.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Banten mencatat perkembangan signifikan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Provinsi Banten sepanjang 2025. 

Melalui skema pendampingan yang terpusat dalam pengelolaan HUB UMKM, ratusan pelaku usaha dinilai mengalami peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga penguatan fondasi usaha.

Pembinaan UMKM dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk, tata kelola bisnis, pemanfaatan teknologi digital, hingga akses pemasaran. 

Skema tersebut dijalankan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan masing-masing pelaku usaha di lapangan.

General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin mengatakan, pembinaan UMKM menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“Sepanjang 2025, melalui pengelolaan HUB UMKM, PLN UID Banten membina 398 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Banten. Pembinaan ini tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi diarahkan agar UMKM benar-benar bertransformasi dan siap bersaing, baik di tingkat lokal hingga global,” ujar Muhammad Joharifin.

Ia menjelaskan, HUB UMKM difungsikan sebagai wadah agar proses pembinaan berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.

“Kami mendorong UMKM untuk naik kelas melalui program Go Modern, Go Digital, hingga Go Online. Bahkan, delapan UMKM binaan telah berhasil menembus pasar internasional. Ini menunjukkan potensi besar UMKM lokal jika dibina secara konsisten dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Data PLN UID Banten menunjukkan, hingga akhir 2025 sebanyak 398 UMKM mengikuti program pembinaan. Dari jumlah tersebut, berbagai program pengembangan berhasil melampaui target yang ditetapkan. 

Program Go Modern menjangkau 128 UMKM dari target awal 36 UMKM. Sementara program Go Digital dan Go Online masing-masing diikuti oleh 101 UMKM dan 51 UMKM. Pada program Go Global, delapan UMKM tercatat telah memasuki pasar internasional dari target tiga UMKM.

Capaian juga terlihat pada indikator UMKM naik kelas. Dari target lima UMKM, tercatat 40 UMKM mengalami peningkatan status usaha. Peningkatan tersebut tercermin dari bertambahnya omzet, meluasnya jaringan pemasaran, serta terpenuhinya legalitas usaha.

“Bagi kami, naik kelas bukan sekadar angka. Yang terpenting adalah UMKM semakin mandiri, omzet bertumbuh, legalitas usaha terpenuhi, dan pelaku usaha memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pengelola HUB UMKM PLN UID Banten, Edhy Surbakty, menyampaikan bahwa pendekatan pembinaan dirancang agar pelaku usaha tidak berhenti pada tahap pelatihan.

“HUB UMKM kami kelola sebagai ruang tumbuh. Pelaku usaha tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga didampingi melalui mentoring, konsultasi bisnis, hingga intervensi langsung sesuai kebutuhan usaha, sehingga mereka siap berkembang dan naik kelas secara berkelanjutan,” jelas Edhy.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, PLN UID Banten mencatat 31 kegiatan pelatihan dan inkubasi UMKM. 

Kegiatan tersebut mencakup pelatihan reguler hingga program penguatan pasar global, yang dilengkapi pendampingan teknis seperti pengurusan legalitas usaha, pembuatan foto produk, desain kemasan, katalog, dan company profile.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku merasakan dampak langsung dari pembinaan tersebut. Asyirah Hayu, pelaku UMKM asal Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menilai pendampingan yang diikuti membuka wawasan baru, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Melalui Workshop Milenial dari HUB UMKM PLN Banten, saya mendapatkan banyak materi yang menginspirasi, terutama di bidang digitalisasi. Program ini membantu kami bertransformasi, dari sebelumnya hanya sebagai penonton menjadi kreator konten, sehingga usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Asyirah.

Sementara itu, Yola, pelaku UMKM Rendang Yonaniko, menyebut pelatihan visual produk membantu meningkatkan daya tarik produknya.

“Pelatihan foto produk sangat bermanfaat bagi kami. Kami belajar bagaimana menampilkan visual produk yang menarik agar mampu menarik minat pelanggan. Materinya aplikatif dan bisa langsung diterapkan untuk pengembangan usaha,” ungkap Yola.

Tags PLN Banten UMKM UMKM Indonesia