TANGERANGNEWS.com-Warga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang kini dapat bernapas lega. Jalan Kopi yang selama bertahun-tahun rusak, kini telah berubah menjadi jalan beton yang kokoh.
Diresmikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, Sabtu 10 Januari 2026, perbaikan jalan ini menandai berakhirnya masa sulit warga saat melintasi jalur utama menuju Kawasan Industri Jatake tersebut.
Kerap Kebanjiran dan Menyusahkan Warga
Sebelum perbaikan dilakukan, Jalan Kopi dikenal sebagai jalur yang menantang. Kerusakan parah pada permukaan aspal diperburuk dengan sistem drainase yang kurang optimal, membuat jalan ini kerap terendam banjir saat hujan turun.
Ketua RW 004, Yopi Sudrajat, mengenang bagaimana kondisi tersebut menghambat aktivitas pendidikan dan ekonomi.
"Dulu kondisinya rusak parah. Anak-anak sekolah sering harus melepas sepatu agar tidak basah saat melintas," kata Yopi.
Tidak hanya bagi pelajar, para pekerja industri yang menggantungkan hidup di kawasan Jatake pun harus bertaruh dengan keselamatan dan ketepatan waktu akibat jalan yang sulit dilalui.
"Kami bersyukur sekarang aksesnya sudah jauh lebih layak untuk warga dan pekerja industri," katanya.
Dibeton untuk Daya Tahan Tinggi
Mempertimbangkan tingginya volume kendaraan, terutama kendaraan beban berat di kawasan industri, Pemerintah Provinsi Banten melalui program "Bangun Jalan Desa Sejahtera" (Bang Andra) memperbaiki jalan ini dengan konstruksi beton.
Pilihan ini diambil agar jalan memiliki usia pakai yang lebih lama dan tahan terhadap tekanan beban serta cuaca ekstrem.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan respon atas ketertinggalan infrastruktur di wilayah strategis tersebut.
"Pasir Jaya punya aktivitas industri yang tinggi. Percepatan pembangunan di titik ini sangat vital untuk menunjang mobilitas warga dan ekonomi," ujarnya.
Sinergi Antisipasi Banjir
Transformasi jalan ini juga diikuti dengan komitmen penanganan air. Menyadari bahwa musuh utama jalan beton adalah genangan yang terus-menerus, Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat menyiapkan dukungan teknis.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan mesin penyedot air dan mengalokasikan anggaran khusus tahun 2026 untuk penanggulangan banjir di sekitar wilayah tersebut.
"Untuk memastikan jalan yang sudah bagus tidak kembali rusak akibat air yang meluap," katanya.