TANGERANGNEWS.com-Bank Banten melaporkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Kota Serang, Rabu 21 Januari 2026.
Fokus utama dalam laporan kinerja tersebut adalah keberhasilan Bank Banten dalam memperkuat struktur neraca keuangan.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami, mengungkapkan bahwa aset perseroan kini telah menembus angka di atas Rp10 triliun.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi bank kebanggaan warga Tanah Jawara tersebut.
Sejalan dengan pertumbuhan aset, fungsi intermediasi bank juga berjalan sangat agresif namun tetap terukur. Tercatat, penyaluran kredit Bank Banten telah mencapai lebih dari Rp5 triliun hingga akhir tahun 2025.
Meski ekspansi kredit dilakukan secara masif, manajemen berhasil menjaga profil risiko dengan sangat baik.
"Rasio keuangan terus membaik. Non-performing loan (NPL) neto per Desember 2025 terjaga di bawah 5 persen, sesuai threshold OJK. Laba bersih akhir 2025 (unaudited) juga dipastikan jauh melampaui capaian tahun 2024," jelas Busthami.
Identitas dan Kebanggaan Warga Banten
Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir dalam RUPS LB tersebut, mengapresiasi tren positif ini. Ia menegaskan bahwa Bank Banten bukan sekadar simbol, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
"Bank Banten harus menjadi identitas warga Banten. Dari identitas inilah kita menuju produktivitas yang berkualitas. Kami terus mendorong pengoptimalan potensi keuangan daerah, salah satunya melalui penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD)," ujar Andra Soni.
Andra Soni juga mengapresiasi tren pertumbuhan positif yang dicapai Bank Banten sepanjang tahun 2025. Ia menekankan peningkatan kinerja ini harus dibarengi dengan komitmen menjaga integritas dan profesionalisme pengelola bank.
Penyegaran Struktur Manajemen
Selain memaparkan kinerja keuangan, RUPS LB kali ini juga mengesahkan perubahan susunan pengurus untuk memperkuat akselerasi bisnis ke depan.
RUPS LB yang dipimpin oleh Komisaris Utama Bank Banten Hoirudin Hasibuan, menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.
Rapat menerima pengunduran diri Bambang Widyatmoko dari jabatan Direktur Bisnis dan Transformasi.
Kemudian, Slamet Riyadi resmi ditunjuk sebagai Direktur Bisnis, sementara Purbaji Basuki menjabat sebagai Direktur Operasional dan Transformasi.
Di jajaran pengawas, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi, kini turut memperkuat dewan komisaris sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Banten.
Dengan aset yang kini melampaui Rp10 triliun dan dukungan penuh dari Bank Jatim sebagai induk KUB, Bank Banten optimistis tahun 2026 akan menjadi tahun transformasi besar-besaran, terutama dalam peningkatan kapasitas IT dan sinergi bisnis yang lebih luas di seluruh wilayah Banten.