Rabu, 25 Februari 2026

847 Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Miliki Lahan, Tangsel Paling Sedikit

Koperasi Merah Putih di Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi Banten mencatat sebanyak 847 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah tersebut telah memiliki lahan untuk bangunan.

Angka tersebut mencapai 55 persen dari 1.551 unit koperasi yang rencananya beroperasi. Sementara jumlah koperasi yang sudah berjalan dan melayani masyarakat sekitar 647 unit.

Hal itu disampaikan Andra Soni melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi pada kegiatan Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa 24 Februari 2026.

"Capaian ini menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten," kata Andra Soni. 

Adapun rincian angka per daerah, Koperasi Merah Putih di Kabupaten Serang sebanyak 326 unit dengan tingkat pendataan lahannya mencapai 48 persen. Kota Serang mencapai pencatatan lahan sebesar 87 persen.

Kemudian, Kota Serang dengan 67 unit memiliki pencatatan lahan mencapai 58 persen, Kabupaten Lebak sebesar 78 persen dan Kota Cilegon sebesar 72 persen.

Disusul oleh Kabupaten Pandeglang yang mencatat progres sebesar 61 persen dan Kabupaten Tangerang sebesar 28 persen, serta Kota Tangerang 30 persen dan Tangerang Selatan (Tangsel) 11 persen.

"Capaian ini menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten," ujarnya.

Koperasi Merah Putih Desa Ranjeng sendiri merupakan koperasi percontohan nasional. Koperasi ini memiliki manajemen dan unit bisnis yang lengkap. Bahkan, dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Kami optimistis, KDMP akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko mengatakan, pemerintah memiliki komitmen untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Program tersebut antara lain melalui Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah subsidi, program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan program Kampung Nelayan. Melalui program tersebut, ia yakin kemiskinan di Indonesia dapat dientaskan dengan cepat.

"Program-program kerakyatan tersebut dijalankan secara sistematis, terstruktur, masif, dan berskala besar," kata Budiman.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, negara hadir untuk melindungi masyarakat miskin. Pola pembangunan ekonomi masyarakat dibuat pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.

"Harus ada keberpihakan kepada masyarakat bawah," katanya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Ia berharap, Koperasi Merah Putih menjadi roda penggerak perekonomian Indonesia. Koperasi ini bisa berkembang menjadi ritel modern.

"Bahkan, bisa menjadi pesaing dan mengalahkan ritel modern," katanya.

Tags