Jumat, 6 Maret 2026

Pemprov Banten Desak Penambahan SPPG untuk Penerima MBG 3B

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi saat Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B di Pendopo Gubernur Banten. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan perlunya percepatan penambahan dan optimalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Banten untuk memperluas akses program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B).

Dalam acara Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B di Pendopo Gubernur Banten, Deden menyoroti kesenjangan antara jumlah SPPG yang tersedia dengan yang sudah aktif melayani.

"Saat ini telah terbentuk 1.081 unit SPPG di Banten, namun baru 258 unit yang melayani kategori 3B. Kita harus dorong penambahan dan optimalisasi peran SPPG agar cakupan layanan terus meningkat," tegas Deden.

Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Banten, Deden menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan strategi komprehensif untuk menciptakan SDM unggul.

Fokus utama layanan ini menyasar data tahun 2025 yang mencatat adanya 38.534 ibu hamil, 14.114 ibu pascasalin, dan 60.768 anak bawah dua tahun (baduta) di Banten.

"Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui konsolidasi lintas sektor yang solid, kita ingin program ini diimplementasikan secara optimal dan tepat sasaran," tambahnya.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati menyampaikan, pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi. Khususnya dalam pendistribusian dan edukasi oleh pendamping keluarga.

Program MBG 3B sendiri akan diantarkan langsung pada keluarga sasaran dengan mekanisme distribusi harian.

Di sana, ada proses disertai edukasi rutin setiap bulan pada penerima mengenai perilaku hidup sehat termasuk pola asuh anak di bawah lima tahun.

"Ibu hamil didorong untuk rutin memeriksakan kesehatan untuk memastikan pertumbuhan kehamilan yang optimal. Bagi ibu menyusui, edukasi mengenai pentingnya pemberian asi eksklusif dan makanan pendamping asi," ujarnya.

Tags