Kamis, 30 April 2026

Porprov Banten 2026 Kacau, KONI Banten Didesak Ambil Alih dari Tangsel

Pengurus KONI Kabupaten Tangerang dengan KONI Kota Tangerang menggelar pertemuan menyikapi Porprov Banten, Kamis 30 April 2026.(@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 makin kacau. Dua daerah, Kota dan Kabupaten Tangerang kompak menggugat kesiapan tuan rumah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan mendesak KONI Banten turun tangan mengambil alih kendali.

Desakan keras itu mencuat dalam pertemuan khusus pengurus KONI Kota Tangerang dengan pengurus KONI Kabupaten Tangerang, Kamis 30 April 2026. 

Pertemuan secara terbuka ini menyoroti amburadulnya persiapan Porprov yang dinilai jauh dari kata siap.

KONI Kota Tangerang dan KONI Kabupaten Tangerang mendorong langkah ekstrem untuk mencopot kendali penyelenggaraan dari panitia pelaksana Tangsel.

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Kami berharap KONI Provinsi Banten mengambil alih pelaksanaan Porprov 2026,” tegas Ketua KONI Kota Tangerang Haji Dirman.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Mereka mengacu pada Pasal 3 Ayat 7 Peraturan Porprov VII Tahun 2025 yang membuka ruang bagi KONI Banten untuk mengambil tindakan jika panitia pelaksana dianggap gagal menjalankan tugas.

Selain itu, persoalan juga diarahkan pada minimnya progres persiapan. Mulai dari jadwal yang belum jelas, cabang olahraga yang belum ditetapkan, hingga regulasi resmi yang tak kunjung diterima daerah peserta.

Hal senada diungkapkan Ketua KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu. Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai sinyal kuat ketidaksiapan yang berpotensi mengacaukan ajang olahraga terbesar di Banten tersebut.

“Kami mendesak KONI Banten segera ambil langkah strategis. Kalau tidak, Porprov bisa gagal total,” ujarnya.

Eka mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menerima revisi peraturan Porprov terbaru, meski perubahan sudah diputuskan dalam rapat kerja KONI Banten 2026. Kondisi ini membuat daerah peserta berjalan tanpa kepastian aturan.

Padahal, jika mengacu pada regulasi lama, hampir seluruh tahapan krusial sudah melewati tenggat waktu.

“Seharusnya jadwal sudah diumumkan 18 bulan sebelum pelaksanaan, penetapan cabor 12 bulan sebelumnya. Sekarang? Semuanya belum jelas,” sindir Eka.

Situasi ini memicu pertanyaan besar KONI daerah lain. Kata Eka, apakah Tangsel benar-benar siap menjadi tuan rumah, atau justru Porprov VII terancam jadi ajang penuh kekacauan.

"Jika KONI Banten tak segera turun tangan, bukan tak mungkin konflik antar-daerah akan makin memanas dan berujung pada krisis kepercayaan terhadap penyelenggaraan Porprov itu sendiri," pungkasnya. 

Tags KONI Kota Tangerang KONI Tangerang Porprov Banten