TANGERANGNEWS.com-Persoalan sampah di Provinsi Banten mendapat perhatian dari banyak pihak untuk dikelola menjadi sumber energi industri yang menjanjikan.
Kali ini rombongan praktisi pengolahan sampah dari PT Solusindo Sampah Energi menemui Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu 6 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, PT Solusindo memaparkan solusi inovatif berupa teknologi pengolahan sampah menjadi energi uap (waste-to-steam) yang diklaim jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Direktur Utama PT Solusindo Sampah Energi Mahathir menjelaskan pihaknya membawa teknologi asal Jepang, Kanadevia, yang telah sukses diterapkan di Singapura, India, hingga Uni Emirat Arab.
Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya memproses sampah tanpa memerlukan tahap pemilahan awal yang rumit.
“Teknologi ini tidak perlu pemilahan. Hal ini tentu meningkatkan efisiensi karena tidak memerlukan biaya tambahan untuk lahan penyimpanan atau proses sortir yang lama. Selain itu, residu yang dihasilkan pun relatif kecil,” ungkap Mahathir di hadapan Gubernur.
Tak hanya fokus pada hasil akhir berupa energi uap, Mahathir juga memaparkan aspek ramah lingkungannya.
Asap hasil pembakaran tidak dibuang begitu saja, melainkan ditangkap untuk diolah kembali menjadi gas metan atau bahan bakar dari plastik.
Siap Sasar Kawasan Industri Cilegon
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten Wawan Gunawan mengungkapkan PT Solusindo telah melakukan kajian mendalam di Kawasan Industri Petrokimia, Kota Cilegon.
Energi uap yang dihasilkan nantinya akan ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut sebagai sumber energi alternatif.
“Tinggal komitmen perusahaan dengan calon pembeli atau pemakai (offtaker) uap yang dihasilkan. Ini potensinya sangat besar,” tambah Wawan.
Efisiensi Biaya Melampaui Batu Bara
Paparan tersebut diperkuat oleh Profesor Minoru Fujii dari National Institute for Environmental Studies (NIES) Jepang.
Ia memaparkan data mengenai efisiensi biaya energi uap hasil pengolahan sampah yang mampu bersaing, bahkan lebih hemat dibandingkan penggunaan gas bumi dan batu bara.
Dukungan Gubernur Banten
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik paparan tersebut. Ia menilai teknologi ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayahnya.
“Provinsi Banten mendapatkan komitmen dari pemerintah pusat untuk PSEL untuk Tangerang Raya dan Serang Raya,” ucapnya.
Menurut Andra Soni, pengembangan PSEL di Tangerang Raya mengalami penyesuaian seiring dengan meningkatnya potensi sampah. Wilayah tersebut direncanakan akan dibagi menjadi dua lokasi, termasuk Kota Tangerang Selatan.
"Karena pertimbangan ke depan, Kabupaten Tangerang juga ingin punya PSEL sendiri,” ucapnya.
Sedangkan, untuk PSEL Serang Raya akan mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sementara itu, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang belum memiliki fasilitas PSEL.
“Provinsi Banten tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah. Pengelolaan dan pengolahan sampah ada di kabupaten dan kota karenanya bisa narik retribusi sampah,” jelasnya.