Minggu, 10 Mei 2026

Cuaca Panas Ekstrem, Dokter Ingatkan Bahaya Hipertermia Bisa Picu Kerusakan Otak

Ilustrasi orang kepanasan karena cuaca(@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Serang dan sekitarnya membawa dampak suhu panas cukup ekstrem. 

Di tengah kondisi cuaca yang semakin terik, masyarakat diminta waspada terhadap ancaman hipertermia, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara berlebihan akibat paparan panas dari lingkungan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital dr. Michael Y menjelaskan, hipertermia terjadi saat tubuh gagal mengontrol suhu internal setelah terlalu lama terpapar panas.

Kondisi tersebut berbeda dengan demam akibat infeksi. Pada hipertermia, suhu tubuh dapat meningkat drastis hingga melebihi 40 derajat Celsius dan berisiko merusak organ vital, termasuk otak serta sistem saraf.

“Penurunan suhu tubuh harus dilakukan secara bertahap untuk mencegah terjadinya syok pada sistem kardiovaskular. Langkah pertama yang paling krusial adalah menjauhkan pasien dari sumber panas secepat mungkin dan dibawa ke area yang lebih sejuk,” jelas dr. Michael.

Cuaca panas yang disertai minimnya asupan cairan disebut menjadi faktor utama meningkatnya risiko hipertermia. 

Selain itu, aktivitas fisik berat di bawah terik matahari, penggunaan pakaian tebal, hingga berada di ruangan dengan sirkulasi udara buruk juga dapat memicu kondisi tersebut.

Gejala hipertermia biasanya diawali dengan tubuh terasa sangat panas, sakit kepala, pusing, mual, hingga kram otot. 

Pada kondisi yang lebih parah, penderita dapat mengalami denyut jantung cepat, kebingungan, bicara meracau, bahkan kehilangan kesadaran.

Dokter mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan tanda-tanda tersebut, terutama saat suhu udara sedang tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Penanganan awal dapat dilakukan dengan memindahkan penderita ke tempat teduh atau ruangan berpendingin udara, melonggarkan pakaian, serta mengompres tubuh menggunakan air dingin pada bagian leher, ketiak, dan selangkangan.

Jika penderita masih sadar, pemberian air putih atau minuman elektrolit secara perlahan juga dianjurkan untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat panas berlebih.

Namun bila suhu tubuh tidak kunjung turun dalam waktu sekitar 30 menit, atau muncul gejala berat seperti kejang dan penurunan kesadaran, masyarakat diminta segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Keterlambatan penanganan hipertermia dapat memicu kerusakan pada organ vital seperti otak dan fungsi syaraf,” pungkas dr. Michael.

Tags Berita Kesehatan Cuaca Ekstrem Cuaca Panas Kesehatan di Banten