Jumat, 22 Mei 2026

Andra Soni Beri Golok Pusaka Banten ke Kemenpora, Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2032

Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan golok pusaka Banten kepada Wamenpora Taufik Hidayat saat pembukaan Rakernas KONI 2026 dan Musornaslub 2026 di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Provinsi Banten menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk menjadi saksi sejarah pesta olahraga terbesar di tanah air.

Di sela-sela rangkaian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026 dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2026 di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026, Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan cenderamata berupa golok pusaka Banten kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Cenderamata bernilai filosofis tinggi tersebut diserahkan langsung oleh Andra Soni melalui Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) sekaligus legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Momen penyerahan ini bukan sekadar prosesi biasa. Musornaslub 2026 kali ini memegang agenda krusial bagi masa depan olahraga nasional, salah satunya adalah penetapan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032.

Dalam perebutan status tersebut, Provinsi Banten telah resmi berkoalisi dengan Provinsi Lampung untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama (joint host)

Ketua KONI Provinsi Banten, Agus Rasyid, menjelaskan bahwa pemilihan golok sebagai cenderamata membawa pesan mendalam tentang martabat dan warisan kebudayaan masyarakat Banten yang kokoh.

"Sebagai simbol kehormatan, seperti kita ketahui bahwa dari zaman dulu sampai saat ini golok merupakan simbol kehormatan para pemiliknya. Sekarang, setiap ada pejabat (yang berkunjung) selalu diberikan sebagai cenderamata," kata Agus.

 

Filosofi Golok Pusaka

Agus menambahkan, golok merupakan salah satu warisan budaya khas Banten yang memiliki linimasa sejarah yang panjang serta menjadi simbol peradaban karena keberadaannya terus diwariskan dari generasi ke generasi oleh para perajin lokal.

Bahkan dalam catatan sejarahnya, senjata tradisional ini kerap dihiasi emas dan batu mulia untuk menunjukkan strata sosial pemiliknya.

"Sebagian dari golok pusaka ada yang dikeramatkan, baik karena memiliki unsur spiritual yang terkandung di dalamnya ataupun karena jenis material langka yang disatukan pada bilahnya," tutur Agus.

Melalui penyerahan golok pusaka tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bersama KONI berharap dapat mengetuk pintu restu pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional, agar mempercayakan tongkat estafet penyelenggaraan PON XXIII tahun 2032 kepada tanah Banten dan Lampung.

 

Tags