Minggu, 31 Mei 2026

Porprov Banten Digelar 29 November hingga 7 Desember, Bentrok dengan Kalender Pendidikan 

Acara peluncuran maskot PORPROV VII Banten Kota Tangsel, di Lapangan Malibu, BSD, pada Minggu 3 Mei 2026(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com – Penetapan jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 menuai sorotan. 

Pasalnya, ajang olahraga terbesar di Provinsi Banten yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan pada 29 November hingga 7 Desember 2026 itu berbenturan dengan kalender pendidikan yang menjadwalkan asesmen sumatif akhir semester bagi siswa SMA dan SMK.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Porprov Banten 2026 akan berlangsung selama sembilan hari. Namun pada periode yang hampir bersamaan, kalender pendidikan yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menetapkan pelaksanaan asesmen sumatif akhir semester pada 30 November hingga 8 Desember 2026.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan atlet. Sebab, sebagian besar atlet yang akan memperkuat kabupaten dan kota di ajang Porprov masih berstatus sebagai pelajar SMA maupun SMK.

Jika jadwal tersebut tidak mengalami perubahan atau tidak disertai kebijakan khusus, para atlet pelajar dikhawatirkan harus membagi fokus antara menjalani pertandingan dan mengikuti ujian sekolah.

Seorang pengurus cabang olahraga yang enggan disebutkan namanya mengaku kebingungan dengan jadwal yang telah ditetapkan panitia pelaksana. 

Menurutnya, penyelenggara seharusnya mempertimbangkan kalender pendidikan sebelum menentukan waktu pelaksanaan Porprov.

"Harusnya panitia melihat kalender pendidikan dan menyesuaikan. Ini kan waktunya bentrok dengan jadwal anak sekolah ulangan semester. Kasihan atlet yang masih sebagai pelajar," ujarnya.

Menurutnya, benturan jadwal tersebut berpotensi memengaruhi performa atlet di lapangan. Atlet pelajar bukan hanya dituntut meraih prestasi olahraga, tetapi juga harus memenuhi kewajiban akademik di sekolah.

Di satu sisi mereka harus menjalani pertandingan yang membutuhkan kondisi fisik dan mental prima. Di sisi lain, mereka juga harus mempersiapkan diri menghadapi asesmen sumatif yang menjadi bagian penting dalam penilaian akademik.

"Situasi ini dapat mengurangi konsentrasi atlet saat bertanding maupun saat mengikuti ujian. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada atlet yang harus memilih antara membela daerahnya di Porprov atau mengikuti kegiatan akademik di sekolah," sebutnya.

Hingga kini belum ada kepastian mengenai langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut. Opsi pemberian dispensasi bagi atlet pelajar dapat menjadi solusi, namun diperlukan koordinasi antara panitia Porprov, pemerintah daerah, serta Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Alternatif lainnya adalah melakukan penyesuaian jadwal pertandingan atau bahkan mengevaluasi kembali waktu pelaksanaan Porprov agar tidak beririsan dengan agenda pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengurus cabang olahraga berharap pemerintah dan panitia penyelenggara dapat segera memberikan kejelasan. Menurutnya, atlet pelajar tidak seharusnya menjadi pihak yang dirugikan akibat benturan jadwal antara agenda olahraga dan pendidikan.

"Yang penting ada solusi terbaik. Jangan sampai atlet harus memikirkan pertandingan sekaligus ujian dalam waktu bersamaan. Mereka sudah berlatih keras untuk Porprov, tetapi pendidikan juga tidak boleh terabaikan," katanya.

Tags Cabang Olahraga Tangerang Event Olahraga Tangerang Olahraga Tangerang Porprov Banten