Selasa, 9 Juni 2026

IWAPI Banten Gandeng Tiga Kementerian, Fokus Dorong UMKM Perempuan dan Pariwisata Daerah

Wakil Gubernur Banten mengukuhkan Pengurus DPD IWAPI Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Senin 8 Juni 2026.(@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Banten menyiapkan sejumlah program kolaborasi dengan tiga kementerian guna memperkuat peran pengusaha perempuan di berbagai daerah di Banten.

Ketua DPD IWAPI Banten Renny Fonda mengatakan, kerja sama tersebut akan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kerjasama yang akan dilakukan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemudian Kementerian Pertanian,” kata Renny usai kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus IWAPI Banten di Pendopo Gubernur Banten, Senin, 8 Juni 2026.

Dijelaskan Renny, berbagai program yang diterima tingkat provinsi nantinya akan diteruskan kepada seluruh DPC IWAPI di kabupaten dan kota se-Banten agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Salah satu program yang akan dijalankan berasal dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa bantuan bibit untuk mendukung kegiatan usaha para anggota.

“Untuk Kementerian Pertanian akan diserahkan secara simbolis bibit cabe, kemudian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan akan diserahkan bibit lele,” ujarnya.

Lanjut Renny, bantuan tersebut tidak hanya berhenti di tingkat provinsi, melainkan akan disalurkan kembali kepada pengurus daerah untuk dimanfaatkan oleh para pelaku usaha perempuan.

“Kami terima dari DPD kemudian akan kami sebar ke seluruh DPC se-Provinsi Banten. Jadi kami di DPD hanya menerima, semuanya akan kami berikan ke DPC untuk memaksimalkan wanita pengusaha di Banten,” ungkapnya.

Di sektor pariwisata, IWAPI Banten juga akan terlibat dalam promosi destinasi wisata daerah melalui pembuatan dokumentasi dan konten yang nantinya dikirim ke tingkat pusat.

“Kami akan membuat dokumenter pariwisata terbaik, yang terbaru yang ada di Banten untuk kami kirim dan nantinya akan dikemas secantik mungkin oleh DPP, lalu disertakan ke Kementerian Pariwisata untuk diikutsertakan dalam perlombaan,” ungkapnya.

Selain mendorong pengembangan usaha, IWAPI Banten juga menilai pelaku usaha perempuan perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan pola pemasaran digital yang semakin berkembang.

“Sesuai era, mereka melakukan digitalisasi bisnis, pemasaran melalui internet, TikTok dan platform media sosial lainnya sudah dilakukan,” kata Renny.

Ia menambahkan, IWAPI akan menyiapkan berbagai pelatihan untuk membantu usaha para anggotanya berkembang dan naik kelas.

“Ke depan akan kami adakan pelatihan-pelatihan supaya usaha mereka naik kelas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPP IWAPI Nita Yudi menambahkan, organisasinya menjalin kerja sama dengan banyak kementerian. Namun untuk sektor ekonomi, fokus utama saat ini berada pada tiga kementerian yang berkaitan langsung dengan pengembangan usaha masyarakat.

“Kami lebih dekat dengan sektor ekonomi yakni, maka kami bekerjasama dengan Kementan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ujarnya.

Menurut Nita, Banten memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah karena didukung posisi geografis yang strategis serta potensi sektor pertanian dan perkebunan yang cukup besar.

“Banten ini jadi daerah yang sangat seksi, karenanya perempuan pengusaha di sini harus bergerak, ikut membantu mengangkat nama daerah melalui gerakan UMKM,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai keberadaan para pengusaha perempuan memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi di daerah.

“Mereka menjadi inspirasi dan contoh bagi wanita lain,” tukasnya.

Tags Pariwisata Indonesia Berita Banten Komunitas Pengusaha UMKM UMKM Banten