Rabu, 22 Juli 2026

25 Tahun Dibiarkan Rusak, Pemprov Banten Akhirnya Perbaiki Jembatan Piano Penghubung Serang-Tangerang

Gubernur Banten Andra Soni saat mengecek proyek renovasi Jembatan Piano Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, Selasa 21 Juli 2026.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGAERANGNEWS.com-Setelah penantian selama 25 tahun, perbaikan Jembatan Piano yang menghubungkan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang akhirnya mulai dikerjakan.

Infrastruktur yang menjadi akses vital masyarakat dari dua wilayah di Banten tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah dan luput dari perbaikan menahun.

Gulamudin, Tokoh Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang mengungkapkan bahwa warga sempat merasa apatis terhadap rencana perbaikan ini. 

Sebab, jembatan tersebut kerap menjadi janji politik calon kepala daerah dari masa ke masa tanpa realisasi.

"Sampai ada janji dari Pak Gubernur untuk memperbaiki pun masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek aja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan, ditinjau kemudian tidak lama lagi langsung diperbaiki," ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.

 

Asal-Usul Nama Jembatan Piano

Gulamudin menjelaskan, Jembatan Piano awalnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar 25 tahun lalu sebagai jalur alternatif yang memangkas waktu perjalanan antara Serang dan Tangerang.

Ada ribuan anak-anak sekolah, ratusan petani, pegawai serta pedagang yang menggunakan jembatan ini sebagai akses utama aktivitas mereka.

"Sebelum jembatan ini berdiri, warga setempat mengandalkan perahu untuk mobilitas sehari-hari," katanya.

Nama "Piano" melekat pada jembatan tersebut akibat kondisi fisiknya. Menggunakan alas balok kayu yang sudah tua, berlubang, dan renggang, jembatan ini mengeluarkan bunyi gesekan menyerupai tuts piano saat kendaraan melintas di atasnya.

Dengan lebar awal hanya sekitar 2,5 meter dan bentangan 55 meter, jembatan lama tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan roda empat secara bergantian.

Gulamudin menyebutkan bahwa kondisi jembatan yang memprihatinkan ini kerap memicu kecelakaan kendaraan roda dua maupun empat, terutama saat musim hujan.

"Jembatan yang lama itu sudah banyak memakan korban. Motor juga ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan," pungkasnya.

 

Target Rampung November 2026

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa proyek renovasi ini merupakan realisasi dari aspirasi warga yang masuk dalam program infrastruktur daerah.

Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik jembatan ini rampung pada November 2026 mendatang.

Dalam spesifikasi terbarunya, Jembatan Piano akan dibangun dengan lebar mencapai 5 meter dan panjang bentangan 60 meter, sehingga nantinya dapat dilalui dua kendaraan roda empat secara bersamaan.

"Kalau jembatan yang lama itu hanya sekitar 2,5 meter dan dengan kondisi seadanya bisa dilalui oleh satu mobil, di jembatan yang baru ini bisa untuk dua mobil," katanya saat meninjau lokasi.

Pemerintah Provinsi Banten berharap peningkatan kapasitas jembatan ini dapat mendongkrak aktivitas perekonomian lokal, serta memperlancar akses mobilitas warga di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian yang selama ini bergantung pada jalur penghubung antar-kabupaten tersebut.

Tags