Jumat, 31 Juli 2026

PLN Surplus Listrik 3.725 MW, Pemprov Banten Optimistis Bisa Tarik Minat Investor

Gubernur Banten, Andra Soni (kiri), menerima cenderamata berupa miniatur infrastruktur kelistrikan dari General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten, Tonny Bellamy (kanan), di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.(@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Ketersediaan pasokan listrik yang melimpah menjadi salah satu modal utama Provinsi Banten dalam menarik investasi baru. 

Untuk itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten mempererat koordinasi guna mendukung pengembangan kawasan industri, hilirisasi, serta pelaksanaan program prioritas nasional.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy beserta jajaran dengan Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu, 29 Juli 2026.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kondisi kelistrikan di Banten saat ini dinilai mampu mendukung masuknya investasi baru. 

Menurutnya, kepastian pasokan energi menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal.

"Saat ini cadangan daya listrik di Banten sangat melimpah, yakni mencapai surplus 3.725 megawatt (MW) atau sekitar 29,28 persen dari kapasitas sistem. Dengan jaminan pasokan yang aman dan andal ini, Pemerintah Provinsi Banten siap menyambut investasi baru dengan tangan terbuka," ujar Andra Soni.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN perlu terus diperkuat agar penyediaan listrik sejalan dengan kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.

“Kolaborasi ini harus diwujudkan melalui perencanaan yang selaras, sehingga kebutuhan listrik di kawasan industri, pusat pertumbuhan ekonomi, fasilitas pelayanan publik, hingga permukiman masyarakat dapat dipenuhi secara tepat waktu dan mendukung arah pembangunan Banten,” tambah Andra.

Sementara itu, General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy menjelaskan, sistem kelistrikan di Banten ditopang daya mampu pembangkit sebesar 12.720 MW, sedangkan beban puncak pelanggan tercatat mencapai 4.239 MW.

Tonny mengungkapkan, mayoritas pelanggan PLN UID Banten berasal dari sektor rumah tangga yang mencapai sekitar 91 persen. 

Meski demikian, sektor industri masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan perusahaan hingga Juni 2026, yakni sebesar 54 persen.

“Besarnya potensi daya yang tersedia menjadi modal bagi PLN untuk memberikan layanan kelistrikan yang responsif dan sesuai dengan kebutuhan setiap investor maupun pelaku industri,” kata Tonny.

Selain mendukung kebutuhan industri, PLN UID Banten juga terus memasok listrik untuk berbagai program prioritas pemerintah. 

Hingga Juli 2026, PLN telah melayani kebutuhan listrik pompanisasi pertanian di 44 titik, menyediakan pasokan listrik bagi 315 lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mengalirkan listrik kepada 374 pelanggan Koperasi Desa Merah Putih.

“Dukungan PLN tidak hanya diarahkan untuk sektor industri, tetapi juga menyentuh program-program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Tonny.

PLN juga terus memperluas akses listrik di wilayah Banten. Saat ini rasio elektrifikasi provinsi tersebut telah mencapai 99,99 persen sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kelistrikan hingga seluruh wilayah.

Tags Andra Soni Gubernur Banten Investasi Investor Kelistrikan Nasional Pemprov Banten PLN Banten PLN Tangerang PT PLN Persero