TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target nasional dan mengantarkan provinsi ini ke peringkat empat nasional.
Tren positif tersebut berlanjut pada tahun 2026, dengan capaian investasi sebesar Rp34,4 triliun pada Triwulan I dan meningkat menjadi Rp66,3 triliun pada Semester I Tahun 2026.
Selain itu, sejumlah konsorsium perusahaan juga telah menyatakan komitmen penanaman modal baru senilai Rp81 triliun di Provinsi Banten.
Angka tersebut menempatkan Banten dalam jajaran lima besar tujuan investasi nasional.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta iklim usaha yang aman dan kondusif.
Menurutnya, setiap investasi yang masuk harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Investasi harus memberikan manfaat nyata melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan pengusaha lokal dan UMKM," ujarnya, Senin 3 Agustus 2026.
Keunggulan kompetitif Provinsi Banten seperti letak geografis yang berbatasan langsung dengan Jakarta, dukungan infrastruktur jalan tol, pelabuhan, bandara internasional, kawasan industri berkembang, hingga pasar domestik yang besar turut memikat minat investor asing.
Dalam pertemuan bersama Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja yang dipimpin oleh Edwin Setiawan Tjie, investor asal Vietnam menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modal di Banten.
Sejumlah sektor strategis yang dilirik meliputi manufaktur, real estate (properti), serta peternakan sapi perah yang dinilai potensial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan susu nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi masukan dari kalangan dunia usaha di kawasan industri terkait perlunya kepastian hukum, percepatan layanan perizinan, serta penanganan gangguan keamanan seperti praktik premanisme, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat kenyamanan berinvestasi.
Dukungan serupa turut disampaikan oleh DPRD Provinsi Banten yang mengapresiasi capaian kinerja investasi semester pertama tahun 2026.
DPRD menekankan pentingnya menjaga sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.
Sebagai upaya memperluas jejaring kerja sama, Pemprov Banten dalam waktu dekat juga akan menggelar Banten Investment Forum.
Ajang ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan investor nasional dan internasional dengan pemerintah serta pelaku usaha lokal.
Melalui integrasi antara penanaman modal asing, penguatan UMKM, pelibatan rantai pasok lokal, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial, Pemerintah Provinsi Banten optimistis mampu mempertahankan daya saing daerah guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.