Senin, 14 September 2026

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan perpanjangan pencarian rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda selama tiga hari.(TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pencarian terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dilanjutkan selama tiga hari kedepan.

Keputusan perpanjangan ini setelah dilakukan rapat koordinasi evaluasi operasi SAR setelah tujuh hari pencarian bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Tim SAR Gabungan, di Posko SAR Carita, Pandeglang, Senin 14 September 2026.

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga dukungan Polda Banten, Lanal Banten, dan seluruh pemangku kepentingan untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya Andra Soni.

Ia menjelaskan, perpanjangan masa operasi selama tiga hari ke depan ini juga didasarkan pada hasil komunikasi intensif dengan pihak keluarga korban yang belum ditemukan.

Pemprov Banten berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan moral serta memastikan keluarga memperoleh informasi yang cepat dan akurat.

“Kita berikan dukungan moral, semangat, dan tentunya sama-sama kita berdoa agar operasi ini mendapatkan hasil yang maksimal,” tambah Andra Soni.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa kendala utama di lapangan adalah kabut tebal yang membatasi jarak pandang serta menghambat operasional penerbangan helikopter.

Meskipun evaluasi hari ketujuh masih menunjukkan hasil nihil, pencarian akan kembali dimaksimalkan selama tiga hari ke depan dengan mengacu pada analisis data BMKG dan PVMBG terkait pergeseran arus laut hingga mengarah ke Samudra Hindia.

Diketahui, peristiwa bermula saat perahu cepat (speedboat) yang membawa rombongan jurnalis dan kru kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin 7 September 2026.

Setelah dilaporkan putus kontak, Tim SAR langsung menyisir perairan Selat Sunda dan memperluas area pencarian secara bertahap hingga hari-hari berikutnya.

Memasuki hari keempat dan kelima, area pencarian bahkan diperluas hingga lebih dari 3.200 mil laut persegi, mencakup daratan pesisir Bengkunat di Lampung, dengan mengerahkan helikopter HR-3604, drone termal, serta bantuan deteksi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

Pada hari keenam, area diperbesar lagi hingga mencapai sekitar 6.010 mil laut persegi.

Tags