Kamis, 24 September 2026

Pengangguran di Banten Tembus 650 Ribu Jiwa, Lulusan SMK Malah Jadi Penyumbang Terbesar

Ilustrasi Pengangguran (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

‎TANGERANGNEWS.com-Jumlah pengangguran di Provinsi Banten mencapai 650 ribu jiwa. Ironisnya, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk kerja malah mendominasi jumlah tersebut.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan tingkat pendidikan masyarakat banten yang mayoritas merupakan lulusan SMK dan SMA turut mempengaruhi tingginya angka pengangguran.

‎"Ada beberapa indikator. Yang pertama memang perlu kami akui bahwa pengangguran itu disumbang justru terbesar dari lulusan SMK," kata, dalam acara Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) di SMK dan LPK Gyokai Indonesia Kompeten, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Rabu 23 September 2026.

‎Deden menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Polda Banten, bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gyokai Indonesia Kompeten yang bermitra dengan sekitar 200 perusahaan, untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di Banten.

‎"Untuk sekarang yang tadi kerja sama kurang lebih 200 perusahaan. Dengan adanya program seperti ini, kita berharap ke depan bisa mengurangi pengangguran di Banten," terangnya.

‎Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyebut tingginya angka pengangguran dapat meningkatkan risiko adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

‎"Dari data yang ada, tingkat pengangguran oleh karenanya dengan ada 6,7% dari jumlah penduduk yang ada di Provinsi Banten, kurang lebih 650 ribu. Bilamana tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas," ujarnya.

‎Ia berharap, dengan adanya program tersebut, risiko gangguan kamtibmas dan tindak kriminal akibat pengangguran dapat diminimalkan.

‎"Semoga program ini dapat mengentaskan, mengurangi, meminimalisir gangguan kamtibmas dengan mengurangi tingkat pengangguran," harapnya.

Tags