Senin, 5 Oktober 2026

Dada Terasa Berat Saat Olahraga Lalu Hilang, Bisa Jadi Tanda Angina Stabil

Ilustrasi dada terasa berat(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com– Rasa tertekan atau berat di dada yang muncul ketika berolahraga lalu mereda setelah beristirahat sering kali dianggap sebagai tanda tubuh sedang kelelahan. 

Padahal, pola tersebut dapat menjadi gejala angina stabil yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah jantung.

Angina stabil terjadi ketika kebutuhan oksigen otot jantung meningkat saat seseorang melakukan aktivitas, sementara aliran darah melalui pembuluh koroner tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyempitan arteri koroner.

Saat tubuh beristirahat, kebutuhan oksigen jantung kembali menurun sehingga rasa tidak nyaman di dada dapat menghilang. 

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, Konsultan Intervensi, Bethsaida Hospital Serang dr. Fani Suslina Hasibuan, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan, angina stabil kerap tidak dianggap sebagai masalah serius lantaran gejalanya mereda setelah aktivitas dihentikan. 

"Angina stabil adalah ‘lampu merah' dari jantung. Jantung sedang memberitahu bahwa ada pembuluh darah yang menyempit dan kondisi itu perlu dievaluasi segera sebelum berkembang menjadi serangan jantung. Banyak serangan jantung terjadi pada orang yang sebenarnya sudah merasakan gejala angina berminggu-minggu sebelumnya namun tidak mengindahkannya,” jelas dr. Fani. 

Angina stabil hampir selalu berkaitan dengan penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit tersebut terjadi ketika plak aterosklerosis menumpuk di dinding pembuluh darah koroner dan secara bertahap mempersempit jalur aliran darah menuju otot jantung.

Keluhan yang muncul juga tidak selalu berupa nyeri dada hebat. Sebagian orang merasakan dada seperti ditekan atau terbebani, sensasi terbakar yang menyerupai gangguan asam lambung, hingga rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, punggung, atau bagian atas perut.

Sesak napas ketika beraktivitas dan rasa lelah yang tidak biasa juga dapat menjadi tanda. Pada wanita dan penderita diabetes, keluhan bahkan dapat muncul tanpa nyeri dada yang khas, misalnya berupa mual, pusing, atau kelelahan yang ekstrem.

Selain aktivitas fisik, angina stabil dapat dipicu oleh stres emosional, kecemasan, makan dalam jumlah banyak, cuaca dingin, maupun aktivitas pada pagi hari setelah bangun tidur.

Jika keluhan tersebut meningkat menjadi nyeri atau tekanan dada yang sangat berat, terasa seperti diremas, menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, punggung atau perut bagian atas, serta disertai keringat dingin, mual, atau pusing hebat, kondisi tersebut perlu segera mendapat penanganan medis.

Terlebih apabila keluhan berlangsung lebih dari 20 menit dan tidak membaik setelah beristirahat, atau muncul untuk pertama kalinya dengan pola yang berubah secara tiba-tiba.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi jantung saat beraktivitas adalah Treadmill Test atau Exercise Stress Test. 

Pemeriksaan dilakukan dengan berjalan di atas treadmill, sementara kecepatan dan kemiringan dinaikkan secara bertahap.

Selama pemeriksaan, aktivitas listrik jantung melalui EKG, tekanan darah, dan saturasi oksigen dipantau. 

Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter melihat respons jantung ketika bekerja lebih keras serta mendeteksi perubahan yang berkaitan dengan berkurangnya aliran darah ke otot jantung.

"Treadmill Test adalah jendela yang memungkinkan kita melihat bagaimana jantung berperilaku saat bekerja keras. Banyak pasien yang EKG istirahatnya tampak normal ternyata menunjukkan perubahan bermakna saat treadmill dan temuan itulah yang kemudian membawa mereka mendapat penanganan yang menyelamatkan nyawa," beber dr. Fani.

Deteksi lebih awal terhadap angina dan penyakit jantung koroner memungkinkan penanganan dilakukan sesuai kondisi pasien. 

Penanganannya dapat mencakup perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, hingga prosedur intervensi apabila diperlukan.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya mengatakan, pemeriksaan jantung menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung lebih dini.

"Skrining Jantung dengan metode Treadmill Test dan EKG ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap kesehatan jantung masyarakat Banten karena kami percaya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” pungkas dr. Tirta Mulya.

Tags Bethsaida Hospital Dokter Spesialis Jantung Kesehatan di Banten Tips Kesehatan