Sabtu, 9 Mei 2026

Pameran Teknologi Cold Chain Hadir di PIK 2 Tangerang, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Salah satu teknologi yang dipamerkan dalam IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 di NICE, PIK 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu 6 Mei 2026.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pameran dagang International Indonesia Seafood & Meat Expo (IISM) yang disinergikan dengan Indonesia Cold Chain Expo 2026 digelar di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), PIK 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang, selama 6-9 Mei 2026.

Ajang ini menjadi platform strategis dalam mendorong sistem rantai pasok pangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pameran ini mempertemukan ekosistem lengkap industri pangan, mulai dari produsen bahan baku, industri pengolahan, hingga penyedia teknologi logistik pendingin (cold chain).

Fokus utama dari gelaran tahun ini adalah membangun konektivitas yang kuat antar pelaku industri guna menjaga kualitas dan keamanan produk pangan, sebelum sampai ke tangan konsumen akhir di sektor retail dan hospitality.

 

Nely, Project Manager IISM & Indonesia Cold Chain Expo 2026 menjelaskan kehadiran teknologi rantai pendingin sangat krusial dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah, terutama dalam mendistribusikan produk antar pulau.

"Misalnya diproduksi di Pulau Jawa dan akan dikirim ke Sumatera atau Kalimantan, itu membutuhkan teknologi rantai pendingin. Dukungan teknologi inilah yang kami hadirkan di sini untuk mendukung ketahanan pangan dari hulu sampai hilir," ujarnya saat pembukaan, Rabu 6 April 2026.

 

Melibatkan 250 Perusahaan dan Transfer Pengetahuan

Menurut Nely, sebanyak kurang lebih 250 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang mayoritas bergerak di bidang pangan serta teknologi pendukungnya, ikut berpartisipasi dalam pameran ini.

"Perusahaan yang dari luar seperti Cina, Korea, Swedia, Jepang dan Malaysia," tambahnya.

Selain memamerkan unit teknologi pendingin dan agrikultur terbaru, ajang ini juga diisi dengan rangkaian forum dan seminar.

"Selama empat hari ke depan, rangkaian acara akan fokus pada transfer knowledge, update industri, serta pengenalan teknologi terbaru yang dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha saat ini," kata Nely.

Integrasi antara industri seafood, daging, dan cold chain dalam satu atap diharapkan dapat memangkas biaya logistik yang tinggi dan mengurangi risiko kerusakan pangan (food loss) selama proses distribusi.

"Melalui kolaborasi lintas sektor ini, IISM & Indonesia Cold Chain Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga sarana perluasan jaringan bisnis internasional yang memperkuat posisi Indonesia dalam industri pangan global," tutup Nely.

Tags