TANGERANGNEWS.com- Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Agus Sumirat mengatakan, total volume transaksi QRIS di Banten selama Januari hingga Maret 2026 mencapai lebih dari 368 juta transaksi.
“Pada Januari sampai Maret 2026, volume transaksi QRIS di Provinsi Banten mencapai lebih dari 368 juta transaksi, dengan total nominal transaksi mencapai lebih dari Rp34 triliun,” ujar Agus dikutip dari TribunBanten, Kamis 14 Mei 2026.
Menurutnya, pertumbuhan transaksi digital itu didorong semakin banyaknya merchant yang mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.
Saat ini jumlah merchant QRIS di Banten telah menembus lebih dari 2,7 juta merchant. Angka tersebut menempatkan Banten sebagai provinsi dengan jumlah merchant QRIS terbesar kelima di Indonesia.
Mayoritas pengguna QRIS berasal dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mulai beralih ke transaksi non-tunai.
Selain itu, jumlah pengguna QRIS di Banten juga terus bertambah. Hingga Maret 2026, jumlah user QRIS di wilayah tersebut tercatat sudah mencapai lebih dari 3,4 juta pengguna.
Agus menilai tingginya penggunaan QRIS menandakan tingkat penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital semakin besar.
Ia menyebut digitalisasi sistem pembayaran menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah, sejalan dengan arah kebijakan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.