TANGERANGNEWS.com-Dunia ikan hias Indonesia kembali bergeliat dengan hadirnya Elite Goldfish Championship (EGC) 2026 yang berlangsung pada 7–10 Mei 2026 di Pacific Garden Alam Sutera, Tangerang.
Ajang prestisius ini menjadi sorotan karena berhasil mencatatkan sejarah sebagai kontes offline ikan mas koki pertama di Indonesia, dengan total hadiah terbesar senilai Rp250.000.000 tunai (fresh money).
Kompetisi ini bukan sekadar pameran kecantikan ikan, melainkan sebuah revolusi dalam industri hobi.
Mengusung konsep “Battle Team”, ajang ini mempertemukan para groomers terbaik dari berbagai daerah, untuk memperebutkan gelar tertinggi sebagai TEAM CHAMPION.
"Kompetisi ini diikuti sebanyak 51 peserta yang berasal dari Jabodetabek, Bandung hingga Vietnam," kata Founder Elite Goldfish Championship Theo, Sabtu 9 Mei 2026.
Ia menegaskan besarnya hadiah tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai jual (value) ikan kontes di pasar nasional.
“Ini adalah kontes offline pertama ikan mas koki dengan hadiah terbesar di Indonesia. Fresh money ini bertujuan untuk menaikkan value ikan kontes dan diharapkan memberikan efek besar terhadap perputaran industri ikan mas koki di Indonesia,” katanya.
Senada dengan Theo, Tomy Nurdiansyah yang juga merupakan Founder EGC, menyampaikan harapan agar ajang ini menjadi momentum kebangkitan setelah industri sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.
"Targetnya adalah membangun ekosistem yang sehat, mulai dari peternak (breeder), penjual, hingga industri aksesori akuarium," paparnya.
Format Battle Team menjadi daya tarik utama karena mengedepankan strategi kelompok, konsistensi perawatan, dan mental juara di atas panggung nasional.
Para peserta bersaing ketat dalam delapan kategori utama, yaitu Oranda Long Tail & Short Tail, Ranchu Kategori A & B, Ryukin Long Tail & Short Tail, serta Demekin Long Tail & Short Tail
Selain itu, acara ini juga menjadi panggung Grand Final Groomers EGC Season 1 2026, di mana hasil perawatan ikan selama tiga bulan dinilai secara langsung oleh para juri ahli.
Tomy menekankan pentingnya kolaborasi untuk memajukan industri ini. Oleh karenanya, ajang ini melibatkan berbagai elemen mulai dari kementerian, pihak brand, komunitas, hingga para breeder lokal.
"Meskipun ikan impor masih ada, EGC 2026 secara tegas berkomitmen untuk mengangkat kualitas ikan lokal Indonesia agar lebih dihargai dan memiliki daya saing mendunia," tutupnya.