Kamis, 29 Januari 2026

Eco-Paving Block Inovasi Mahasiswa UPH, Jadi Peluang Usaha Baru di Tangerang

Pembuatan paving block ramah lingkungan dari campuran limbah plastik, semen, dan abu terbang (limbah pembakaran batu bara), hasil inovasi tim dosen dan mahasiswa UPH, di Kelurahan Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) meluncurkan solusi cerdas untuk mengatasi masalah limbah perkotaan.

Melalui program pengabdian masyarakat (PKM) di Kelurahan Bencongan Indah, Kabupaten Tangerang, UPH memperkenalkan eco-paving block, yakni paving block ramah lingkungan yang terbuat dari campuran limbah plastik, semen, dan abu terbang (limbah pembakaran batu bara).

Inovasi yang didanai oleh hibah DPPM Kemdiktisaintek senilai Rp43 juta ini bertujuan ganda yakni menekan polusi limbah yang sulit terurai sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

 

Kurangi Semen hingga 25 Persen dengan Limbah Industri

Dr.-Ing. Jack Widjajakusuma, Ketua Program Studi Teknik Sipil UPH menjelaskan bahwa eco-paving block lahir dari kebutuhan menekan biaya produksi dan masalah lingkungan.

“Eco-paving block ini bukan sekadar alternatif yang lebih ekonomis sekaligus ramah lingkungan, tetapi juga bukti nyata bagaimana limbah bisa diberdayakan menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Jack, Rabu 8 Oktober 2025.

Tim PkM melakukan terobosan dengan mengganti hingga 25% semen menggunakan abu terbang. Langkah ini tidak hanya mengurangi biaya material secara signifikan, tetapi juga memberi nilai baru bagi limbah industri yang sebelumnya terbuang.

Dalam prosesnya, cacahan plastik dicampur abu terbang sebagai pengganti sebagian semen, menghasilkan paving block yang tetap memenuhi standar kekuatan namun lebih ringan dan ramah lingkungan.

 

Wawasan dan Peluang Usaha untuk Warga

Tim PkM UPH tidak berhenti pada inovasi material. Mereka juga memberikan sosialisasi dan pelatihan intensif kepada warga Bencongan Indah.

Warga dilatih teknik pencacahan plastik dan pencetakan paving, bahkan difasilitasi dengan mesin pencacah dan cetakan otomatis untuk menjamin produksi yang mandiri dan konsisten.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Dadang M. Bakhtiar, Ketua LPM Kelurahan Bencongan Indah, menyambut baik inisiatif ini.

“Program ini membuka wawasan kami. Sampah plastik yang biasanya jadi masalah ternyata bisa diubah menjadi peluang usaha nyata bagi warga. Kami merasa terbantu dalam menumbuhkan semangat menjaga lingkungan sekaligus menambah penghasilan,” ungkap Dadang.

Inisiatif ini telah bertransformasi menjadi sarana pemberdayaan ekonomi sirkular, di mana sampah plastik yang semula menumpuk kini memiliki nilai jual.

 

Jaminan Keberlanjutan dan Pemasaran UMKM

Dosen Teknik Sipil UPH Prof. Dr. A’azokhi Waruwu menegaskan bahwa UPH akan terus mendukung aspek keberlanjutan pasca-pelatihan.

UPH berencana membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dalam memasarkan eco-paving block, termasuk melalui media sosial dan kerja sama dengan koperasi.

“Kami tidak berhenti di pelatihan produksi saja. Ke depan, kami juga akan membantu UMKM lokal agar produk ini benar-benar bisa masuk ke pasar,” jelasnya.

Dengan semangat warga dan dukungan universitas, eco-paving block hadir bukan sekadar inovasi ramah lingkungan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tags Bisnis Inovatif Inovasi Kota Tangerang Mahasiswa Tangerang Produk Inovasi Tangerang Universitas Pelita Harapan UPH