TANGERANGNEWS.com-Warga Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, berinisiatif membangun sendiri posko sebagai dapur umum dan tempat pengungsian secara swadaya akibat banjir yang terjadi pada Rabu 14 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, antara 70 sentimeter hingga 2 meter.
Banjir ini dipicu luapan aliran Sungai Cidurian ini sudah berlangsung sejak Minggu 11 Januari 2026 hingga hari ini, Rabu 14 Januari 2026.
Beberapa warga telah mengungsi ke rumah kerabatnya. Sementara, sebagian warga lainnya masih bertahan di rumahnya masing-masing dan masih menunggu bantuan dari pemerintah.
Bahkan untuk evakuasi korban terdampak banjir, warga membuat perahu darurat yang terbuat dari bambu dan galon.
Pada Rabu siang, warga bergotong royong mendirikan posko yang digunakan sebagai tempat pengungsian sekaligus lokasi dapur umum.
Ketua RW 03 Victor Silaen mengatakan, banjir di Perumahan Taman Cikande Tangerang merendam 10 RT di 2 RW dengan jumlah terdampak sebanyak 222 kepala keluarga.
"Banjir ini sudah berlangsung tiga hari, tapi bantuan belum ada," katanya.
Victor menjelaskan, ratusan keluarga terdampak banjir tersebut telah diungsikan ke tempat pengungsian dan ke rumah warga yang tidak terendam.
"Kita membangun tenda pengungsian secara swadaya sekaligus bisa digunakan untuk dapur umum," jelasnya.
Victor menuturkan, warga yang terdampak masih belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah. Menurutnya, para korban banjir membutuhkan bantuan sembako dan obat-obatan.
"Bantuan perahu karet untuk evakuasi pun belum ada, dari kemarin kita pakai perahu bambu. Hingga saat ini, kami masih menunggu kehadiran pemerintah," tutupnya.