TANGERANGNEWS.com- Insiden keributan antar pengendara terjadi di ruas tol dari arah Kebon Jeruk menuju Gading Serpong saat kondisi hujan. Peristiwa tersebut berakhir dengan dugaan pemukulan yang menyebabkan salah satu pengendara mengalami luka.
Menurut keterangan korban, kejadian bermula ketika ia melaju di jalur paling kanan atau jalur cepat tol menuju Gading Serpong, Rabu, 21 Januari 2026, sekira pukul 11.45 WIB.
Saat itu hujan turun dan kendaraan melaju dengan kecepatan normal. Tiba-tiba, sebuah mobil BYD Atto 1 bernomor polisi B 1933 UDV berpindah jalur ke kanan secara mendadak.
Korban menyebut pengemudi mobil tersebut terlambat menyalakan lampu sein sehingga membuatnya kaget.
“Dia motong jalur mendadak, sein juga telat nyala. Posisi lagi hujan dan itu jalur cepat, menurut saya berbahaya,” ujar korban menirukan kronologi kejadian dikutip dari Instagram @dashcam_owners_indonesia, Kamis, 22 Januari 2026.
Merasa terancam, korban membunyikan klakson cukup panjang sebagai bentuk peringatan. Meski demikian, korban tetap memberikan jalan dan membiarkan kendaraan tersebut berada di depannya.
Namun, pengemudi mobil BYD malah menghentikan kendaraannya dan meminta korban turun untuk berbicara.
Korban mengaku hanya bermaksud menegur manuver berpindah jalur yang dinilai berisiko.
“Saya cuma bilang kalau cara dia motong jalur itu salah dan bisa bahaya, apalagi lagi hujan,” katanya.
Perdebatan kemudian terjadi dan berujung pada dugaan pemukulan. Korban menyebut dirinya dipukul oleh pengemudi mobil BYD hingga mengalami luka robek di bagian samping bibir.
“Saya dipukul dan bibir saya sampai robek. Saya sama sekali tidak melakukan perlawanan,” ucapnya.
Beberapa orang di lokasi sempat melerai kejadian tersebut. Namun sebelum situasi sepenuhnya terkendali, pengemudi mobil BYD disebut sempat menantang korban.
“Dia sempat bilang nantangin untuk diviralkan, lalu langsung pergi tancap gas,” tutur korban.
Saat ini, korban telah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian terkait dugaan penganiayaan tersebut.