TANGERANGNEWS.com- Stasiun Jatake mulai beroperasi sebagai stasiun pemberhentian baru KRL Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung pada Rabu, 28 Januari 2026.
Kehadiran stasiun yang berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ini menambah simpul transportasi pada lintasan green line, di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parungpanjang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengoperasian Stasiun Jatake ditujukan untuk memperluas akses masyarakat wilayah Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi dengan waktu tempuh yang lebih efisien.
“Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” kata Anne dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.
Berdasarkan rencana, peresmian Stasiun Jatake dilakukan hari ini oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin.
Sejak beroperasi, stasiun ini langsung melayani perjalanan KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung tanpa perubahan rute utama.
Adapun lintasan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung kini meliputi Tanah Abang sebagai titik awal, lalu Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parungpanjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung sebagai titik akhir.
Kehadiran Stasiun Jatake dinilai relevan dengan karakter Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta yang memiliki tingkat mobilitas harian tinggi.
Data Badan Pusat Statistik Januari 2026 mencatat jumlah penduduk Kabupaten Tangerang sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen di antaranya berada pada usia produktif.
Kondisi ini membentuk arus perjalanan rutin, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah.
Dari sisi ketenagakerjaan, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Tangerang pada 2025 tercatat 76,74 dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 5,94 persen.
Angka tersebut mencerminkan dinamika pasar kerja yang aktif dan kebutuhan sarana transportasi massal yang efisien serta terjangkau.
Struktur ekonomi daerah juga menunjukkan keterkaitan kuat dengan mobilitas komuter. Pada 2024, sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian Kabupaten Tangerang dengan porsi 33,74 persen, disusul konstruksi 16,36 persen, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi kendaraan sebesar 11,35 persen.
Produk domestik regional bruto per kapita pada tahun yang sama tercatat Rp54,73 juta.
Tren peningkatan pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung turut menggambarkan kebutuhan tersebut. Pada 2018 jumlah pengguna tercatat 54,17 juta orang dan meningkat menjadi 55,63 juta orang pada 2019.
Mobilitas sempat menurun tajam pada 2020 akibat pandemi menjadi 26,83 juta orang, sebelum kembali meningkat secara bertahap menjadi 42,11 juta pada 2021, 43,32 juta pada 2022, 62,09 juta pada 2023, 70 juta pada 2024, hingga mencapai 77,55 juta pengguna sepanjang 2025.
Anne menyebut peningkatan kebutuhan transportasi massal tidak terlepas dari aktivitas ekonomi kawasan penyangga Jakarta, termasuk keterkaitan Kabupaten Tangerang dengan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan nasional.
“Stasiun Jatake memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan konsep transit oriented development. Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki tiga lantai, serta dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Fasilitas parkir kendaraan dan area pengembangan lanjutan juga disiapkan untuk mendukung integrasi antarmoda.
Dari sisi desain, stasiun mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami dan pemanfaatan panel surya.
Saat ini, seluruh aspek operasional telah melalui tahapan uji fungsi dan simulasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebelum resmi melayani penumpang.