Rabu, 28 Januari 2026

1.387 Hektare Sawah di Tangerang Terendam Banjir, 194,5 Hektare Gagal Panen

Sawah di Kabupaten Tangerang gagal panen akibat terendam banjir.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 1.387 hektare area persawahan terdampak banjir. Dari Jumlah tersebut, sekitar 194,5 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen. 

‎Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono menjelaskan banjir tersebut berdampak pada area persawahan di 14 kecamatan.

"Yang terdampak di Cisoka, Tigaraksa, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, dan Mauk," katanya, Rabu 28 Januari 2026.

‎Ujang menuturkan, pihaknya telah menyiapkan benih padi pengganti untuk warga tani yang lahan pertaniannya terindikasi puso atau gagal panen akibat banjir.

‎“Untuk lahan yang mengalami puso, kami sudah menyiapkan benih pengganti bagi kelompok tani terdampak,” tuturnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan proses pendataan dan memastikan area persawahan yang terendam.

‎Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan pendampingan penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian dengan mempertimbangkan prakiraan iklim oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika hingga pertengahan Februari 2026.

‎Sebagai langkah pencegahan, DPKP juga berkoordinasi bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk melihat langsung kondisi lahan, baik saat banjir maupun pascabanjir.

‎"Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian terkait penanganan lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat bencana banjir, " tutupnya.

Tags