Selasa, 17 Februari 2026

Nelayan Tangerang Keluhkan Hasil Tangkapan Kosong Akibat Pencemaran Sungai Cisadane

Kondisi Laut di Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang teremar zat kimia dari Sungai Cisadane.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Populasi biota laut seperti ikan, udang, kerang di pesisir Utara Kabupaten Tangerang menurun akibat pencemaran bahan kimia dari aliran Sungai Cisadane. 

‎Pencemaran tersebut disinyalir berasal dari sisa-sisa bahan kimia kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang terlihat sejumlah perahu milik nelayan bersandar di tepi muara Sungai Cisadane. 

‎Beberapa nelayan terlihat sedang merajut jala, memperbaiki perahu atau duduk di pinggir muara akibat tidak bisa melakukan aktivitas melaut seperti biasanya. 

‎Salah seorang Nelayan, Edi mengatakan, sejumlah biota laut yang berada di muara Tanjung Burung terlihat mati akibat terkena cemaran bahan kimia itu. 

‎"Banyak sih ikan yang kemarin mabok. Kerang hijau pada mati, udang juga mati," ujar Edi, pada Senin 16 Februari 2026.

‎Edi menuturkan, saat ia mulai mencoba kembali melaut, populasi biota laut yang ada di lautan Tangerang justru menurun akibat pencemaran bahan kimia ini. 

‎"Ya, melaut karena terpaksa harus ngasih jajan anak sekolah, cuma hasil tangkapannya kosong, enggak dapet ikan," tuturnya. 

‎Ia menjelaskan, sebelum adanya pencemaran bahan kimia pada laut ini, penghasilan dari menjual ikan hasil tangkapannya sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. 

‎"Kalau dulu, alhamdulillah Rp200 ribu masih ketemu. Paling kosong itu Rp50 ribu masih dapet. Kalau ini total enggak dapet," jelasnya. 

‎Sementara itu, Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia Tanjung Pasir Erni Kumalasari mengatakan, pencemaran laut yang terjadi akibat bahan kimia pada aliran sungai Cisadane itu telah sampai ke Kepulauan Seribu seperti Pulau Untung Jawa, dan Pulau Pari. 

‎"Cemarannya dari Sungai Cisadane terus ke Kalibaru, lalu ke Tanjung Burung, baru ke laut lepas," ujar Erni pada Minggu 15 Februari 2026.  

‎Selain itu, kata Erni, pencemaran itu membuat kondisi permukaan air laut tampak mengalami perubahan, terlihat berminyak dan banyak partikel yang menempel. Laut juga jadi memiliki bau yang tidak biasa. 

‎"Jadi kayak bau solar gitu," katanya.

Tags