Selasa, 24 Februari 2026

Demo 1 Tahun Pemerintahan Maesyal-Intan Berujung Ricuh

Seorang mahasiswa terkapar akibat kericuhan saat demo di Kantor Bupati Tangerang, Senin 23 Februari 2026.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi untuk menyikapi satu tahun kepemimpinan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Senin, 23 Februari 2026.

Aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa tersebut pun berakhir ricuh.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan terjadi karena massa aksi tak kunjung ditemui pihak pemerintah daerah. Situasi memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan aparat penegak hukum yang berjaga.

‎Akibat insiden tersebut, seorang mahasiswa mengalami cedera dan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian.

‎Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya lambatnya pembangunan infrastruktur, tingginya angka pengangguran, ketidakefektifan penggunaan anggaran, lambannya pelayanan administrasi, serta kurangnya transparansi progres Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD).

‎Salah satu demonstran dari Universitas Insan Pembangunan Indonesia Nazario menilai anggaran pembangunan tidak memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menyoroti adanya proyek-proyek dengan nilai anggaran besar, sementara persoalan mendasar seperti banjir masih terjadi di berbagai wilayah.

‎“Kalau kita lihat tahun 2025 banyak pembangunan dengan anggaran fantastis. Tetapi di akhir tahun, masih banyak titik di Kabupaten Tangerang yang terendam banjir,” ujarnya.

‎Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Pramita Indonesia Nurainah menyoroti kondisi Jalan Raya Pasar Kemis yang disebut telah menyebabkan empat orang meninggal dunia dalam sepekan terakhir.

‎Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan kurangnya keseriusan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur jalan.

‎“Apakah harus viral dulu baru diperbaiki? Banyak jalan yang hanya ditambal aspal atau tambal sulam, tanpa memikirkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang bagi warga,” katanya.

Tags