Kamis, 12 Maret 2026

890 Rumah di Desa Kresek Tangerang Sudah 3 Hari Kebanjiran, Warga Mengaku Belum Dapat Bantuan Logistik

Banjir melanda Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan ketinggian 30 sentimeter sampai 1 meter yang sudah sudah berlangsung selama tiga hari.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Banjir merendam Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan ketinggian 30 sentimeter sampai satu meter. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga hari sejak Senin 8 Maret hingga Rabu 11 Maret 2026.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, terlihat air masih menggenang di jalan yang menghubungkan antara Desa Patrasana dengan Desa Pasir Ampo. Selain itu, rumah warga juga tampak masih terendam.

‎Beberapa warga yang hendak beraktifitas terpaksa mendorong motornya untuk melintasi banjir tersebut. 

‎Kepala Desa Patrasana Muhammad Sobri mengatakan, banjir ini merendam ratusan rumah warga di 9 Rukun Tetangga (RT) yakni di  RT 01, 06, 10-16.

‎"Dari 9 RT itu ada sekitar 890 rumah warga yang terendam," ujar Sobri. 

Adapun jumlah warga yang terdampak banjir di Desa Patrasana sekitar 1.200 Kartu Keluarga (KK) atau 3.000 jiwa.

Sebanyak 200 jiwa di antaranya telah mengungsi di Kantor Desa yang dijadikan sebagai tempat pengungsian. 

‎"Yang lainnya mengungsi di rumah familinya, kerabatnya, atau di tempat-tempat yang agak tinggi," tutur Sobri.

‎Sementara itu, salah seorang pengungsi, Kariban mengatakan banjir yang melanda Desa Patrasana ini diakibatkan oleh luapan air Sungai Cidurian.

‎"Jadi gara-gara curah hujan yang tinggi bikin Sungai Cidurian meluap dan menyebabkan banjir di sini," ujarnya. 

‎Kariban mengaku, para warga yang terdampak masih belum mendapatkan bantuan logistik dari pemerintah. "Selama ini belum ada, yang dibutuhin warga sih selimut, terus makanan juga sama obat-obatan," tutupnya.

Tags