TANGERANGNEWS.com- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan jemaat POUK Tesalonika di Kecamatan Teluknaga dapat kembali melaksanakan ibadah di aula eks Kantor Kecamatan Teluknaga yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.
Hal itu disampaikan Maesyal Rasyid saat mengunjungi jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga, Sabtu, 4 Apriln2026, menyusul polemik yang sebelumnya terjadi terkait lokasi ibadah jemaat.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak membeda-bedakan agama. Kami memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, nyaman, dan tenang,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi unsur Forkopimda, di antaranya Dandim Tigaraksa 05/10, Kapolres Metro Tangerang Kota, Sekretaris Daerah, serta Camat Teluknaga. Mereka melakukan dialog dan koordinasi langsung dengan perwakilan jemaat.
Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang hadir untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh umat beragama saat menjalankan ibadah.
Untuk solusi sementara, Pemkab Tangerang kembali menyiapkan aula eks Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai lokasi ibadah, seperti yang sebelumnya juga pernah digunakan.
Pemkab juga menambah sejumlah fasilitas pendukung di lokasi tersebut, mulai dari toilet, pendingin ruangan (AC), kursi, hingga sarana lain untuk menunjang kenyamanan jemaat.
“Kami pastikan keamanannya. Tidak akan ada gangguan dari pihak manapun. Jemaat dapat beribadah dengan tenang,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Maesyal mengatakan pihaknya akan mengupayakan tempat ibadah permanen yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mendapatkan persetujuan masyarakat sekitar.
Saat ini, opsi yang tengah dipertimbangkan antara lain melalui lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), maupun alternatif lain seperti ruko di sekitar wilayah Teluknaga.
“Kami akan upayakan solusi permanen, baik melalui lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) maupun alternatif lain seperti ruko di sekitar wilayah Teluknaga, sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Gembala Jemaat POUK Tesalonika, Pendeta Michael Siahaan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur keamanan.
“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Bupati, Dandim, dan Kapolres yang mendengarkan kebutuhan kami. Ini menjadi jawaban atas kerinduan kami untuk dapat beribadah dengan layak dan tenang,” ungkapnya.
Michael juga memastikan jemaat akan kembali beribadah di aula eks Kantor Kecamatan Teluknaga dengan rasa aman, setelah adanya jaminan dari pemerintah daerah dan aparat keamanan.
“Besok kami akan beribadah di tempat yang telah difasilitasi. Kami merasa tenang karena ada jaminan keamanan. Kami juga berharap ke depan dapat memiliki tempat ibadah yang permanen,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang Johannes Nurwahyudi turut menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan pelarangan ibadah Jumat Agung di wilayah Teluknaga.
Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan menyebut pemerintah justru hadir untuk menjaga serta mengamankan jalannya ibadah jemaat.
“Tidak ada pelarangan ibadah. Pemerintah justru hadir untuk menjaga dan mengamankan jalannya ibadah. Yang terjadi adalah penertiban administratif terhadap gedung yayasan, bukan gereja,” jelas Johannes.
Menurut dia, langkah Pemkab Tangerang yang menyediakan tempat ibadah sementara menjadi bentuk komitmen dalam menjamin kebebasan beribadah bagi jemaat POUK Tesalonika.
“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan menjamin seluruh masyarakat dapat beribadah tanpa diskriminasi,” pungkasnya.