TANGERANGNEWS.com-Luapan Sungai Cimanceuri yang disebabkan curah hujan tinggi merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter, pada Senin 6 April 2026.
Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyied mengatakan banjir yang diakibatkan luapan sungai itu merendam sebanyak 8 titik dari 7 desa di wilayahnya meliputi Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh serta Desa Pematang.
"Dari 7 Desa terdapat 512 KK (Kepala Keluarga) dengan 1.675 Jiwa yang terdampak," ujarnya.
Cucu menuturkan banjir yang melanda wilayahnya tersebut terjadi sejak Minggu 5 April 2026 hingga hari ini. Meski demikian, banjir sudah berangsur surut.
"Kondisi sekarang sudah mulai berangsur surut, bisa semakin surut apabila tidak ada hujan susulan sehingga Sungai Cimanceuri tidak meluap," tuturnya.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah titik di daerahnya yang aksesnya terputus diakibatkan banjir ini.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk membantu mobilitas warga serta memberikan bantuan logistik untuk korban banjir di daerahnya.
"Akses terputus ada di kawasan Industri Olek dan pihak perusahaan telah memberikan bantuan berupa bus besar untuk membantu mobilitas karayawan yang akan berangkat kerja, kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan perahu karet," ungkapnya.
Selain itu, sebagai upaya jangka panjang, pihaknya berencana memperbaiki tanggul yang jebol di Perumahan Mustika Tigaraksa dengan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2026.
"Tanggul yang jebol panjangnya 15 meter, insyaallah pada anggaran perubahan tahun ini akan dibangun," tutupnya.