TANGERANGNEWS.com – Pasar Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, makin sepi ditinggal pengunjung. Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menemukan sejumlah persoalan saat sidak, mulai dari sampah menumpuk hingga pedagang belum go digital.
Sidak yang dilakukan pada Selasa 14 April 2026, itu mengungkap perubahan besar pola belanja masyarakat yang kini beralih ke layanan pesan antar. Sementara banyak pedagang pasar masih tertinggal secara digital.
“Hasil sidak tadi, ada penurunan pengunjung sekitar 15 persen. Ini karena masyarakat mulai beralih ke layanan pesan antar, sementara pedagang belum terkoneksi,” ujar Intan.
Selain sepi pembeli, kondisi kebersihan pasar juga menjadi sorotan serius. Intan menemukan adanya penumpukan sampah yang dinilai mengganggu kenyamanan.
“Sampahnya masih ada penumpukan, ini harus segera dibenahi oleh pengelola,” tegasnya.
Meski begitu, Pasar Kelapa Dua masih memiliki daya tarik, salah satunya fasilitas pemotongan ayam langsung yang tetap diminati masyarakat.
Di sisi lain, persoalan lain yang tak kalah penting adalah masih banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Padahal, NIB menjadi syarat utama untuk mendapatkan suplai bahan pokok dari Bulog.
“Hingga pagi tadi sudah ada 18 pedagang yang mendaftar. Tapi memang sebagian besar masih belum punya NIB,” ungkap Intan.
Menjawab kondisi tersebut, Pemkab Tangerang langsung mendorong percepatan legalitas usaha dan digitalisasi pedagang.
Melalui DPMPTSP, layanan pembuatan NIB gratis digelar langsung ke pasar-pasar sejak 2025 dan berlanjut di 2026.
Tak hanya itu, pedagang juga didorong untuk mulai terhubung dengan layanan digital dan memperluas kerja sama distribusi agar tidak kalah bersaing.
Intan menegaskan, perubahan pola belanja masyarakat tidak bisa dihindari. Karena itu, pedagang pasar harus mulai beradaptasi.
“Sosialisasi harus lebih masif agar pedagang paham dan siap secara administrasi maupun digital,” ujarnya.
Ia berharap, langkah ini bisa menjadi solusi agar pasar tradisional tetap bertahan di tengah gempuran era digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.