TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang memastikan persiapan teknis maupun non teknis pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 siap dilakukan.
Kepala Dindik Kabupaten Tangerang Dadan Gandana mengatakan persiapan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan secara baik dan lancar dan rencananya akan diluncurkan pada 19 Mei 2026.
"Nanti kita akan launching dan melakukan penandatangan komitmen bersama selurug stakeholder yang ada di Kabupaten Tangerang," ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB 2026 di Kabupaten Tangerang menggunakan dua mekanisme yaitu sistem offline dan online.
Menurutnya, sistem secara offline dilakukan lantaran masih banyak masyarakat di daerah yang belum memahami mekanisme pendaftaran secara online.
"Ada yang online ya, ada juga yang tidak menggunakan jalur online. Karena memang kita mengikuti karakteristik masyarakat atau ke wilayaha yang ada di daerah kita," jelasnya.
Dadan mengungkapkan, terdapat 51 SMP yang telah siap dan akan menggunakan mekanisme pendaftaran secara online di Kabupaten Tangerang.
Pihaknya telah melakukan uji coba bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) guna memastikan pendaftaran secara online dapat berjalan optimal.
"Kemudian juga kita sudah beberapa kali melaksanakan rapat uji coba ya, pre-test dan lain sebagainya dengan teman-teman dari Diskominfo dan Pusdatin," tambahnya.
Dadan menuturkan, terkait jumlah rombongan belajar (rombel), pihaknya akan tetap mengikuti ketentuan Pemerintah Pusat dengan batas maksimal 24 rombel untuk SD dan 33 rombel untuk SMP.
Meski begitu, pihaknya bakal melakukan penyesuaian jumlah rombel di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
"Ada yang memang memerlukan penambahan rombel ya ketika satuan pendidikannya itu berada di daerah padat penduduk dengan jumlah sekolah yang terbatas, sehingga perlu ada penambahan," tuturnya.
Ia menerangkan, pihaknya telah menghitung kemampuan SMP negeri maupun swasta dalam menampung murid sesuai dengan jumlah lulusan SD. Oleh karena itu, ia memastikan ketersediaan kuota SMP cukup untuk menampung siswa lulusan.
"Kalau SMP Negeri mungkin tetap ya, paling penambahannya ada di sekolah swasta," tutupnya.