Selasa, 12 Mei 2026

Permintaan Sapi di Tangerang Melonjak 90 Persen Jelang Iduladha 2026

Sapi kurban di salah satu lapak Kabupaten Tangerang.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, minat masyarakat terhadap pembelian hewan kurban di Kabupaten Tangerang melonjak drastis hingga 90 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

‎Seorang pedagang hewan kurban di Tangerang, Fadli mengatakan, kecenderungan pembelian masyarakat Jabodetabek terdiri dari dua kategori jenis sapi, yakni sapi ras lokal dan sapi peranakan hasil kawin silang.

‎"Untuk penjualan ada kenaikan signifikan di tahun ini, terhitung H-1 bulan itu udah 90 persen penjualan, untuk sisanya tinggal beberapa sapi yang emang segmented, termasuk sapi-sapi yang ekonomis yang harganya sekitar Rp14 sampai 22 juta," ujar Fadli pada Senin 11 Mei 2026.

‎Ia menjelaskan, menjelang Iduladha 1447 Hijriah ini, dirinya menyediakan sebanyak 300 ekor sapi. Dari jumlah tersebut sebanyak 280 ekor sapi sudah terjual hingga pertengahan Mei 2026.

‎"Jadi dari Sumbawa didrop kesini selama 8 bulanan jadi udah sapi alami sini, terus ada juga sapi-sapi yang saya beli yangdikirim dadakan H-1 bulan," jelasnya.

‎Meskipun harga sapi tahun ini tergolong stabil, berat sapi mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun lalu karena penyesuaian daya beli masyarakat.

‎Harga sapi kurban saat ini dipatok antara Rp14 juta hingga Rp40 juta per ekor. Biaya tersebut bergantung berdasarkan bobotnya mulai dari sapi dengan berat 220 kg seharga Rp14 juta, bobot 280 kg seharga Rp21 juta, hingga sapi jumbo seberat 580–600 kg yang mencapai Rp40 juta.

‎"Ada kenaikan harga tapi gak signifikan, harganya sama tapi bobot sapinya turun," jelasnya.

‎Untuk memastikan kualitas, Fadli memberikan perawatan intensif pada sapinya, termasuk asupan pakan berupa rumput gajah, rumput odot, dan lamtoro.

‎"Setelah itu kita suntikan vitamin Multivitamin B Compleks untuk menopang daya tubuhnya dan merecovery ulang, setelah itu diberikan makanan penguat seperti singkong, ampas tahu, untuk menjaga kualitas dagingnya tetap sama seperti yang di kampung," tutupnya.

Tags