TANGERANGNEWS.com-Kericuhan terjadi saat acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang di Alun-alun Tigaraksa, pada Rabu 13 Mei 2026.
Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi terlihat ribuan warga memadati Alun-alun Tigaraksa sejak pagi hari. Mereka mengantre untuk dapat menebus sembako dengan harga murah yang dijual pemerintah.
Banyak warga yang tidak kebagian kupon sembako murah tetap memaksakan diri untuk mengantre. Hal ini membuat antrean sempat menjadi tidak kondusif hingga berujung saling dorong-dorongan.
Petugas pun sempat kewalahan menertibkan antrean warga. Ketegangan mereda setelah petugas mengumumkan sisa sembako murah akan dijual bebas jika pemilik kupon sebelumnya tidak datang hingga pukul 12.00 WIB.
"Saya antre dari sebelum Subuh, tadi ada yang dorong-dorongan, tapi saya santai aja, kalau enggak dapat berarti belum rezeki," ucap salah seorang warga, Jamilah.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Riski Maria Girsang mengungkapkan, GPM ini diadakan untuk menstabilkan harga sembako jelang hari raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Total ada 2.000 paket sembako yang kami sediakan pada GPM ini," sebutnya.
Riski menjelaskan, setiap paket sembako dijual dengan harga Rp43 ribu yang isinya 2 kg beras, 1 kg gula, 1 kg tepung, dan 1 liter minyak goreng.
"Harga di pasar sekitar Rp 86.800, disubsidi pemerintah jadi masyarakat hanya membayar Rp 43.000," jelasnya.