Rabu, 3 Juni 2026

Baru Tinggal 10 Hari, Tukang Cilok Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan Cikupa

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada mengecek TKP penemuan mayat tukang cilok di kontrakan Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, 2 Juni 2026.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di dalam kontrakan pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.

Saat ditemukan, korban yang berprofesi sebagai tukang cilok ini dalam kondisi bersimbah darah.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, tim Inafis Polresta Tangerang melakukan evakuasi pada jasad korban.

Warga sekitar pun turut mengerumuni proses evakuasi korban. Petugas kepolisian langsung memasangkan garis polisi di lokasi rumah kontrakan tersebut setelah evakuasi tubuh korban selesai. 

‎Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri menjelaskan penemuan ini pertama kali diketahui oleh saksi bernama Septiana yang mengecek kondisi korban di kontrakannya. 

‎Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami peristiwa penemuan mayat tersebut. 

‎"Saksi melihat posisi kontrakan terkunci dan di depannya ada gerobak cilok, saat pemeriksaan di TKP, korban ditemukan dalam keadaan bersimbah darah dan posisi korban dalam keadaan tengkurap di lantai," ujarnya.

‎Diketahui, korban berinisial R, warga asal Madura yang baru 10 hari menempati kontrakan. Sehari-hari ia berdagang cilok.

‎Saat ini, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja untuk diotopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. 

‎"Untuk luka masih kami dalami karena kami harus menunggu hasil visum maupun otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban," ungkap Syamsul.

‎Selain itu, saat ini petugas kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi, mengecek CCTV, serta mengumpulkan barang bukti guna mendalami kebenaran dibalik peristiwa penemuan mayat tersebut.

‎"Masih dalam proses penyelidikan karena kita masih membutuhkan informasi yang valid terkait siapa yang terlibat dalam peristiwa ini," tutur Syamsu.

Tags