TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 300 pelajar dari berbagai daerah di Banten mengikuti kejuaraan olahraga tradisional yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten di Yayasan Daarussalam, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Kejuaraan tersebut menjadi salah satu upaya KORMI Banten untuk menjaga eksistensi olahraga tradisional di kalangan generasi muda sekaligus mengenalkan kembali permainan warisan budaya yang mulai jarang dimainkan.
Berbagai cabang olahraga tradisional dipertandingkan dalam ajang tersebut, mulai dari egrang putra dan putri, lari balok putra dan putri, hingga tarik tambang putra dan putri.
Ketua KORMI Banten Nuraeni mengatakan, pemilihan Yayasan Daarussalam sebagai lokasi pelaksanaan lantaran kawasan tersebut memiliki sejarah panjang dalam pembinaan olahraga tradisional di Banten dan telah melahirkan sejumlah pegiat yang pernah mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang nasional.
"Belasan tahun lalu, di sini kita canangkan pembentukan kampung olahraga tradisional yang dipusatkan di Yayasan Darussalam. Dan sampai hari ini, yayasan masih konsisten mengembangkan olahraga tradisional," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KORMI Banten tahun 2026 yang berfokus pada pelestarian olahraga tradisional.
Puluhan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Banten ikut berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
Di antaranya MTs dan SMA Daarussalam Badak Anom, SMAN 13 Kabupaten Tangerang, SMAN 5 Kota Tangerang Selatan, SMAN 31 Kabupaten Tangerang, SMP PGRI Sindang Sono, hingga SMA PGRI Sindang Sono.
Nuraeni menilai antusiasme peserta dalam mengikuti perlombaan cukup tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan.
"Sedikitnya 300 pegiat olahraga tradisional mengikuti perlombaan permainan olahraga tradisional ini. Peserta begitu antusias," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani menyebut kejuaraan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.
Menurutnya, olahraga tradisional merupakan bagian dari budaya yang perlu terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Syaukani juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
Ia menyinggung capaian kontingen Banten pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional yang berhasil membawa pulang tiga medali emas, delapan perak, dan tiga perunggu dari cabang olahraga tradisional.
"Pada Fornas di NTB 2025, kontingen Portina Banten berhasil meraih tiga emas, delapan perak dan tiga perunggu. Mudah-mudahan pada Fornas yang akan datang, bisa meraih lebih banyak medali emas," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua KORMI Kabupaten Tangerang yang juga Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan, banyak atlet yang mewakili Banten pada ajang nasional berasal dari Kabupaten Tangerang.
Karena itu, pihaknya berkomitmen memperluas pengembangan olahraga tradisional di lingkungan sekolah.
"Sekolah Daarussalam Badak Anom pusat pengembangan olahraga tradisional di Kabupaten Tangerang. Kita berharap sekolah lain bisa belajar dari Daarussalam," kata Intan.