Sabtu, 6 Juni 2026

Asap Pabrik Peleburan Timah di Curug Tangerang Bikin Warga Kena ISPA dan Air Tanah Bau Besi

Potongan video diduga asap pabrik peleburan besi mencemari lingkungan dan menyebabkan warga terjangkit penyakit ISPA di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang,(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan polusi udara dan pencemaran lingkungan yang diduga kuat ditimbulkan oleh aktivitas sebuah pabrik peleburan timah di wilayah mereka.

Kondisi ini mencuat setelah video rekaman yang memperlihatkan asap pekat mengepul keluar dari cerobong pabrik tersebut viral di media sosial.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, bau menyengat dari asap yang keluar melalui cerobong pabrik tersebut bahkan dapat tercium hingga jarak 1,6 kilometer.

 

Warga Terinfeksi ISPA dan Cemari Air Besih

Salah seorang warga sekitar bernama Ahmad mengungkapkan  pencemaran udara yang dihasilkan oleh aktivitas industri ini bukan hal baru, melainkan sudah dirasakan oleh masyarakat setempat selama lebih dari dua dekade.

"Baunya kayak belerang, bikin pusing, banyak yang kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), banyak anak-anak juga jadi sakit. Saya tahun 2003 tinggal di sini, pabrik itu udah begitu," ujar Ahmad, Sabtu 6 Juni 2026.

Dampak negatif dari operasional pabrik ini dilaporkan meluas dan mencakup wilayah yang cukup padat, yakni sedikitnya menyasar 3 rukun warga (RW) di Desa Kadu.

Selain polusi udara yang mengganggu pernapasan dan kesehatan fisik, Ahmad menyebutkan emisi perusahaan tersebut juga diduga kuat telah mencemari sumber air bersih yang digunakan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari.

"Air warga juga pada jadi bau besi akibat pabrik ini," jelasnya menambahkan.

 

Desak Pemkab Tangerang Bertindak

Melihat dampak kesehatan dan lingkungan yang kian memprihatinkan, warga berharap ada ketegasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terkait aturan zonasi industri.

Menurut Ahmad, pabrik dengan jenis peleburan logam berat seperti timah seharusnya dibangun dengan radius minimal 5 kilometer dari area pemukiman aktif, agar masyarakat tidak terpapar dampak buruknya secara langsung.

"Jarak 5 kilo saja sebenarnya masih bisa kena kalau angin sedang besar," tutur Ahmad.

Hingga saat ini, warga Desa Kadu berharap pihak berwenang dan dinas terkait segera turun tangan untuk memeriksa ambang batas emisi pabrik tersebut, serta mencarikan solusi konkrit demi memulihkan kenyamanan lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

 

Tags