Rabu, 10 Juni 2026

Bisa Rusak Tumbuh Kembang Anak, Guru PAUD di Kabupaten Tangerang Diimbau Tidak Bentak Murid

Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah yang diikuti oleh guru PAUD dan TK se-Kabupaten Tangerang, Rabu 10 Juni 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bentakan, ejekan, hingga kata-kata yang merendahkan sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa merusak tumbuh kembang anak akibat trauma hingga dewasa.

Menyadari bahaya tersebut, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa lingkungan pendidikan, terutama bagi anak usia dini, harus bersih dari segala bentuk kekerasan.

Pernyataan tegas ini disampaikan Intan saat membuka sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah yang diikuti oleh guru PAUD dan TK se-Kabupaten Tangerang, Rabu 10 Juni 2026.

"Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan, maupun bentuk lainnya," ujar Intan di hadapan para peserta.

Menurut Intan, guru PAUD dan TK memiliki peran yang sangat strategis karena mereka mengawal anak-anak di masa keemasan (golden age).

Guru bukan sekadar pengajar, melainkan pelindung dan teladan yang memorinya akan membekas seumur hidup di ingatan anak. Oleh karena itu, budaya mengajar dengan kasih sayang, kesabaran, dan komunikasi positif harus menjadi fondasi utama.

Untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang sebagai wilayah yang benar-benar Layak Anak, Pemkab Tangerang tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi kuat antara sekolah, keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha.

"Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," tambahnya.

 

Tingkatkan Kapasitas Guru Melalui Pakar

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial. Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan.

Demi memberikan bekal yang komprehensif, DP3A menghadirkan narasumber berkompeten dari Universitas Paramadina Jakarta dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Banten.

"Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas guru dalam mencegah, mengenali, serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Kami ingin mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah anak, agar proses tumbuh kembang mereka berlangsung optimal," pungkas Asep.

Tags