Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Obat di Kabupaten Tangerang Ikut Naik Gegara BBM, Dinkes Kurangi Jatah Warga

Pemeriksaan anemia pada remaja putri di Puskesmas Sepatan, Kabupaten Tangerang, Selasa 3 Januari 2023.(@TangerangNews / Istimewa)

‎TANGERANGNEWS.com-Obat-obatan di Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan harga hingga 20 persen akibat melonjaknya harga BBM yang disebabkan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. 

‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, kenaikan terjadi pada harga obat di seluruh Indonesia sekitar 15 sampai 20 persen karena nilai tukar rupiah anjlok.

‎"Inflasi sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga obat, soalnya bahan dasar obat ada yang impor juga dan belum lagi efek kenaikan harga BBM," ujar Hendra Tarmizi, Kamis 11 Juni 2026.

‎Kenaikan harga pada obat ini pun akhirnya menambah beban pada anggaran untuk kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sebesar 15-20 Persen.

Akibatnya, masyarakat yang datang ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk berobat jadi mendapatkan pengurangan jatah obat. 

‎"Dampaknya masyarakat pasti dapat obat lebih sedikit, kita berikan obat yang biasanya 10 hari jadi 5 hari dulu," jelasnya. 

‎Meski begitu, kata Hendra, pihaknya memastikan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk masyarakat tidak akan terganggu walaupun beban pemerintah bertambah akibat kenaikan harga obat. 

‎"Ya tetap harus gratis, Pemerintah Daerah yang akan keluarkan dana lebih," tutupnya.

Tags