TANGERANGNEWS.com-Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II menyebut modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akan sulit dilakukan.
Menurut Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, berdasarkan hasil monitoring kondisi dinamika atmosfer, potensi terjadinya hujan di wilayah tersebut cukup rendah. Kondisi itu menyebabkan proses modifikasi menjadi tidak bisa dilakukan.
"Sampai beberapa hari kedepan peluangnya masih kecil," ujar Hartanto, Rabu 1 Juli 2026.
Menurutnya, modifikasi cuaca baru bisa dilakukan jika terdapat awan yang memiliki kandungan air tinggi, sehingga bisa dilakukan proses penyemaian menggunakan garam dan memunculkan hujan.
"Modifikasi cuaca dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk dilakukan penyemaian," jelasnya.
Ia menuturkan, saat ini proses pemadaman di TPA Jatiwaringin harus dilakukan dengan upaya lain seperti water bombing dan penyiraman oleh petugas pemadam kebakaran.
"Peluangnya masih kecil, sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," tuturnya.
Diketahui, kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin telah terjadi sejak Selasa, 30 Juni, namun hingga Rabu 1 Juli 2026 malam kobaran api masih menyala dengan dahsyat hingga menimbulkan kepulan asap yang masuk ke permukiman warga.