Kamis, 2 Juli 2026

Titik Api di Dalam Tumpukan Sampah Sebabkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam 

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com- Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan setelah berlangsung lebih dari 43 jam. 

Sejak pertama kali terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, kobaran api terus meluas hingga diperkirakan telah membakar sekitar 15 hektare area TPA.

Petugas gabungan terus melakukan penyiraman dari berbagai sisi. Namun, asap masih terus muncul dari sela-sela timbunan sampah meski sejumlah titik telah disiram, menandakan api masih menyala di bagian dalam tumpukan.

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan proses pemadaman berlangsung lama. 

Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kering akibat musim kemarau serta hembusan angin yang cukup kencang sehingga bara api mudah menyebar ke area lain.

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan api awalnya hanya berupa titik kecil sebelum akhirnya membesar karena kondisi cuaca.

"Api tersebut awalnya kecil, karena memang ini sudah masuk musim kemarau, kondisi anginnya kencang," ujar Maesyal dikutip dari Kompas, Kamis 2 Juli 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menyebut cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses pemadaman.

"Penyebab yang menyulitkan itu kan sekarang cuaca dalam kondisi kering ya, enggak ada hujan di sekitar sini. Kemudian yang kedua, angin hembusannya cukup kencang, sehingga itu menyulitkan berkejaran dengan petugas untuk dalam proses pemadaman," kata Ujat.

Ia menjelaskan, petugas internal sempat menangani titik api saat ukurannya masih kecil. Namun, angin menyebabkan bara menyebar ke berbagai bagian timbunan sampah.

"Awalnya kan ini dari titik api kecil pagi, kemudian ditangani oleh petugas internal kita. Nah, karena hembusan angin akhirnya pada terbang itu menyebar," ucapnya.

Selain faktor cuaca, titik api yang berada di bagian tengah hingga bawah gunungan sampah juga menyulitkan proses pemadaman karena tidak dapat dijangkau langsung kendaraan pemadam kebakaran.

"Aksesnya sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran, sehingga tidak bisa masuk ke lokasi tersebut," kata Maesyal.

Untuk membuka akses menuju sumber api, alat berat terus dioperasikan guna membongkar sebagian timbunan sampah. 

Meski demikian, proses tersebut berlangsung perlahan karena petugas harus bekerja di tengah asap pekat dan suhu tinggi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.

"Saat ini luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektar," kata Suharyanto.

Sebagai upaya mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan helikopter water bombing yang mampu membawa sekitar 4.000 liter air dalam sekali operasi. 

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang bersama petugas gabungan terus melakukan penyiraman dari berbagai sisi untuk mencegah kobaran api meluas.

"Kita sudah antisipasi dengan penyiraman di sekitar titik api sehingga insya Allah tidak sampai meluas," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik.

Tags Kebakaran Kebakaran Tangerang Sampah Tangerang TPA Jatiwaringin