Jumat, 3 Juli 2026

Ratusan Warga Mauk Salat Istisqa, Minta Hujan Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Warga Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, melakukan Salat Istisqa berjamaah di Masjid Jami' Al-Mujahidin, untuk meminta hujan agar kebakaran TPA Jatiwaringin segera padam, pada Jumat 3 Juli 2026.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga melaksanakan Salat Istisqa berjamaah di Masjid Jami' Al-Mujahidin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 3 Juli 2026.

Mereka berharap hujan turun agar bisa memadamkan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

‎Diketahui, kebakaran di TPA seluas 33 hektare tersebut telah berlangsung selama 4 hari, sejak Selasa 10 Juni hingga Jumat 3 Juli 2026.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, sebagian lahan yang terbakar di TPA Jatiwaringin sudah mulai berangsur padam. 

‎Meski begitu, para petugas pemadam kebakaran masih berjibaku untuk memadamkan sejumlah titik api yang masi berkobar.

‎Diketahui, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam sepekan wilayah Kabupaten Tangerang akan sulit dilakukan modifikasi cuaca lantaran tidak ada awan yang memiliki kandungan air tinggi untuk dilakukan penyemaian hingga memunculkan hujan. 

‎Oleh karena itu, para warga sejak pagi telah memadati halaman Masjid Jami' Al-Mujahidin untuk salat Istisqa dan doa bersama meminta agar hujan segera turun untuk membantu memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin. 

‎Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Mauk Agus Romadhoni mengatakan, Salat Istisqa ini dilakukan lantaran dampak musim panas ini berada dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan, karena sudah memberikan dampak langsung kepada masyarakat. 

‎"Dengan Salat Istisqa kita minta ampun kepada Allah, berdoa mudah-mudahan segera diturunkan hujan dan dihindarkan dari segala musibah bencana alam khususnya TPA di Jatiwaringin sudah mulai padam dan terkendali," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.

‎Agus berharap dengan adanya bencana kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin ini harus menjadi pengingat kepada manusia agar bisa lebih peduli terhadap lingkungan.

‎"Harapan kita semua, kita semua lewat musibah tadi disadarkan untuk menjaga lingkungan, kemudian bertakarrub kepada Allah, lebih mendekatkan diri kepada Allah agar kita semua terhindar dari bencana," tegasnya.

Tags