Jumat, 3 Juli 2026

Hari Keempat, Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Terkendali

Kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai terkendali.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Memasuki hari keempat, kebakaran masih melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 3 Juli 2026.

‎Meski begitu, sekitar 30 persen dari wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi pada Jumat siang, terlihat api masih menyala di sejumlah titik. Kepulan asap masih membumbung tinggi ke udara.

‎Proses pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur udara dan darat. Selain itu, dua unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali diterjunkan untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

‎Sementara itu, petugas pemadam kebakaran masih terus berjibaku untuk memadamkan api di sejumlah titik.

‎Selain pemadaman, penggunaan alat berat ekskavator kembali dilakukan untuk membongkar tumpukan sampah basah. Hal ini dilakukan guna menjangkau titik api di bagian terdalam gunungan sampah dan memastikan bara tidak menyala kembali.

‎Di sisi lain, akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri dibatasi demi keselamatan.

Akses jalan tersebut hanya boleh dilalui kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, serta instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

‎Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pihaknya telah menerjunkan dua helikopter water bombing, serta 18 unit armada pemadam kebakaran di hari keempat pemadaman.

‎Menurutnya, dari keseluruhan area yang terbakar, 30 persen diantaranya telah berhasil dipadamkan. Namun, kencangnya embusan angin masih menjadi hambatan petugas di lapangan saat melakukan proses pemadaman. 

‎"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat dari pagi, siang, malam," jelasnya.

‎Selain itu, sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan akan dilibatkan dalam upaya percepatan pemadaman dengan menerapkan fire surpession guna mempercepat pemadaman.

‎"Jadi sistem inject ini nanti dibuat pipa. Nanti pipa itu dibolongin, termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan itu. Mungkin siang ini sudah mulai aksi," tuturnya.

Tags