Sabtu, 4 Juli 2026

Lima Hari Terbakar, Ini Alasan Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Padam

Pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin terus berlangsung sejak insiden tersebut terjadi lima hari lalu.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang masih belum padam hingga Sabtu, 4 Juli 2026.

‎Diketahui, kebakaran tersebut sudah berlangsung selama lima hari sejak Selasa 30 Juni 2026.

‎Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono menjelaskan sejumlah kendala di lapangan yang menyebabkan api menjadi lebih sulit untuk dipadamkan. 

Seperti kondisi lahan kebakaran di TPA Jatiwaringin hampir sama dengan lahan gambut.

‎"Kebakaran sudah hari kelima sekarang ya. Dan memang pemadaman ini bukan hal yang mudah. Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut," kata dia di TPA Jatiwaringin. 

Menurut Diaz akibat kondisi tersebut, meski bagian permukaan terlihat sudah padam, tetapi bagian bawah masih terbakar.

"Jadi kapan saja bisa terus terbakar, dan karena ada CH4 bisa ada potensi ledakan juga," ujarnya.

‎Untuk menangani kebakaran seperti lahan gambut ini, Kementerian Kehutanan turut mengerahkan sebanyak 30 personel tim Manggala Agni dari wilayah Sulawesi dan Jawa Barat. 

‎Mereka diterjunkan untuk melakukan pemadaman langsung ke titik api yang berada di bawah permukaan tumpukan sampah dengan menggunakan peralatan high pressurenya yang khusus. 

‎"Karena TPA ini mungkin bukannya tidak efektif, tapi kurang efektif kalau diairi dari atas saja. Karena di bawahnya tetap kebakaran, sehingga kita butuh bantuan Manggala Agni untuk melakukan injection sampai ke titik di bawah," jelas Diaz. 

‎Namun demikian, kendala lainnya muncul. Manggala Agni juga turut mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman dengan menggunakan metode Fire Suppression. 

‎"Kendala teknisnya, airnya harus bersih. Enggak bisa air yang tercampur dengan lumpur, karena pipanya dia banyak pori-pori yang masuk ke bawah," ungkap Diaz. 

‎Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar menyuplai kebutuhan air bersih untuk membantu proses pemadaman. 

‎Selain itu, pihaknya akan mengerahkan thermal drone untuk mendeteksi radiasi panas, guna mencari sumber titik-titik api di kebakaran TPA Jatiwaringin. 

‎Meskipun begitu, pengerahan Thermal Drone tidak bisa dilakukan setiap saat, akibat beberapa kendala yang terjadi di lapangan. 

‎"Tetapi ini karena daerahnya banyak helikopter yang lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu. Jadi kami hanya bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala," tutur Diaz. 

Tags